Antrean Panjang BBM Subsidi di SPBU 24-316 93 Musi Rawas Disinyalir Jadi Modus Penimbunan

0
Screenshot_20251020-172616

Muratara, Sumsel – MITRA KEADILAN |

​Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menyoroti dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24-316 93 (Bukit Beton), Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.

​Ketua LSM KCBI Muratara, Supriadi, saat dibincangi awak media pada Rabu, 16 Oktober 2025, mengungkapkan kecurigaan bahwa SPBU 24-316 93 Musi Rawas diduga kuat melakukan penimbunan BBM bersubsidi jenis solar. Modus yang digunakan, menurut Supriadi, adalah dengan memanfaatkan mobil truk yang telah memiliki “Barkot” (Barcode).

​“Semua itu dapat dibuktikan dengan ratusan kendaraan yang antri mulai dari pagi hingga pagi lagi tidak pernah sepi di depan SPBU itu, terkadang sampai membuat Jalan Lintas Sumatera menjadi macet,” ujar Supriadi.

​Ia menambahkan bahwa keluhan dari masyarakat, khususnya pengendara, sering ia dengar terkait sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar akibat antrean panjang sepanjang hari.

​“Coba perhatikan saja mobil yang mengantri di SPBU itu hanya mobil-mobil itu saja, jarang mobil lain. Banyak juga mobil pengangkut batu bara tetapi mobil dalam keadaan kosong, ada juga mobil truk yang tidak memiliki bak,” jelasnya.

​Oleh karena itu, KCBI meminta pihak-pihak terkait, khususnya aparat penegak hukum, untuk segera melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap operasional SPBU Bukit Beton. “Kami meminta pihak yang terkait agar melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap SPBU Bukit Beton,” tegas Supriadi.

​Di sisi lain, muncul respons dari pihak yang mengaku sebagai petugas keamanan SPBU. Seseorang berinisial LAN, yang mengaku salah satu keamanan di SPBU tersebut, menyampaikan pernyataan bernada ancaman apabila SPBU Bukit Beton diganggu.

​Dalam pesannya yang menggunakan dialek khas Musi Rawas, LAN menulis: “Demi Allah, Supri, jangan mau mengganggu SPBU Bukit Beton. Cari yang lain saja. Yang jaga kakak saya, berarti saya juga ikut jaga. Jangan mau membuat berita yang tidak terbukti. SPBU Bukit Beton itu sama saja seperti nasi saya, jangan dipecah, saya tidak bisa makan. Masyarakat yang mana yang memberikan informasi tidak jelas itu,” tulisnya.

​LAN melanjutkan, “Kalau mau ketemu Manajernya di Lubuklinggau, jangan ketemu di kantor. Nanti kalian salah paham dengan kakak saya. Orangnya tidak mau. Dia lebih baik mati daripada hidup, lalu kalian membuat ribut dengannya. Kalian ribut dengannya sama saja kalian ribut dengan saya. Saya jelaskan saja, nanti kalian salah paham dengan kakak saya yang menjaga di situ,” tambah LAN yang mengaku sebagai anggota keamanan.

​​Saat dikonfirmasi, M. Zakir, salah satu anggota Brimob yang bertugas sebagai keamanan di SPBU Bukit Beton, tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut. “Saya lagi sakit cacar, Pak, belum bisa beraktivitas,” ucap Zakir kepada awak media.

​Hingga berita ini diturunkan, manajer SPBU 24-316 93 Bukit Beton belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik penimbunan BBM bersubsidi tersebut.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *