Internasional
Beranda / Internasional / Ledakan Pabrik Petasan di China: 26 Pekerja Tewas dan 61 Luka-luka

Ledakan Pabrik Petasan di China: 26 Pekerja Tewas dan 61 Luka-luka

Ledakan pabrik petasan di Provinsi Hunan, wilayah pusat China, tewaskan 26 pekerja dan melukai 61 orang. (Foto: CNS)
Ledakan pabrik petasan di Provinsi Hunan, wilayah pusat China, tewaskan 26 pekerja dan melukai 61 orang. (Foto: CNS)

HUNAN, Radardemokrasi.com – Sebuah ledakan dahsyat menghancurkan sebuah pabrik kembang api di Provinsi Hunan, wilayah pusat China, pada Senin (4/5/2026). Insiden tragis ini menyebabkan sedikitnya 26 orang pekerja tewas dan 61 lainnya mengalami luka-luka, menjadikannya salah satu kecelakaan industri paling mematikan di sektor manufaktur petasan tahun ini.

Ledakan tersebut terjadi di tengah jam operasional sibuk, meratakan fasilitas produksi dan memicu kebakaran hebat yang meluas ke area sekitarnya.

Berdasarkan laporan terbaru dari The Guardian, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban jiwa melonjak menjadi 26 orang setelah tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan yang hancur total. Sementara itu, 61 korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit di Provinsi Hunan, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis akibat luka bakar serius.

Dahsyatnya kekuatan ledakan dilaporkan getarannya terasa hingga radius beberapa kilometer, menghancurkan kaca jendela rumah penduduk dan merusak infrastruktur di sekitar lokasi pabrik.

Menyusul tragedi ini, pemerintah China mengambil langkah drastis dengan memerintahkan penghentian total (halting) seluruh aktivitas pembuatan kembang api dan petasan di sekitar lokasi kejadian. Kebijakan ini diambil untuk memungkinkan investigasi menyeluruh serta inspeksi keselamatan mendadak guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Ketegangan Memuncak: Sejumlah Kapal Perang AS Dilaporkan Terjebak di Selat Hormuz

Penyelidikan awal menunjukkan adanya potensi kelalaian dalam prosedur penyimpanan bahan kimia peledak di dalam pabrik. Provinsi Hunan, yang dikenal sebagai pusat industri kembang api dunia, kini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah pusat terkait standar keamanan kerja yang dinilai masih rentan.

Otoritas keamanan publik telah menahan pengelola pabrik untuk dimintai keterangan lebih lanjut, sementara proses identifikasi korban masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

Komentar