Inspirasi Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Dari Pekat untuk Masa Depan: Taman Belajar Masyarakat Jadi Cahaya Literasi Anak Negeri

Dari Pekat untuk Masa Depan: Taman Belajar Masyarakat Jadi Cahaya Literasi Anak Negeri

Suasan Belajar Mengajar Anak-anak Desa Kadindi Kecamatan Pekat - Dompu
Foto: Suasan Belajar Mengajar Anak-anak Desa Kadindi Kecamatan Pekat - Dompu (Karyani)

DOMPU, Radardemokrasi.com – Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat belajar justru tumbuh subur di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Sebuah Taman Belajar Masyarakat (TBM) yang dikelola secara swadaya oleh warga setempat terus konsisten menyalakan api literasi bagi anak-anak hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini telah berjalan cukup lama dan menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.

Mulai dari anak-anak sekolah, remaja, hingga orang tua, semuanya berkumpul setiap minggu sore untuk membaca buku, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan.

Suasana hangat terlihat saat anak-anak duduk melingkar dengan buku di tangan.

Perintah Sudah Jelas, Laporan Tak Kunjung Ada: Kinerja KCD Pekat Disorot

Tawa dan rasa ingin tahu mereka menjadi bukti bahwa belajar tidak harus selalu di ruang kelas formal.

TBM ini hadir sebagai alternatif yang menyenangkan dan penuh inspirasi.

Salah satu penggerak kegiatan, Karyani, menegaskan pentingnya membangun budaya membaca sejak dini.

Ia menyampaikan bahwa literasi adalah kunci untuk membuka masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak kita ini punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita arahkan. Membaca itu jendela dunia. Kalau mereka rajin baca, insyaAllah masa depan mereka akan lebih cerah,” ujar Karyani.

Pelabuhan Nusantara Kilo Segera Terwujud, DPRD Dompu: Tonggak Baru Kebanggaan Daerah

Ia juga mengajak para orang tua dan masyarakat luas untuk ikut berperan aktif dalam mendukung gerakan literasi ini.

“Jangan tunggu pintar dulu baru baca, tapi bacalah supaya jadi pintar. Mari kita biasakan anak-anak dekat dengan buku daripada gadget tanpa arah,” tambahnya penuh semangat.

Keberadaan Taman Belajar Masyarakat ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil.

Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Pekat perlahan menorehkan harapan baru bagi generasi penerusnya.

Gerakan sederhana ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk ikut menghadirkan ruang belajar yang inklusif dan berkelanjutan.

Karyani, Sosok Penggerak Pendidikan di Pekat yang Menyalakan Semangat Belajar dan Cinta Al-Qur’an

Karena dari membaca, lahirlah mimpi-mimpi besar yang kelak akan mengubah dunia.

Komentar