DOMPU, Radardemokrasi.com – Dalam semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-20, SMKN 1 Pekat menghadirkan gebrakan inspiratif melalui Pagelaran Kebudayaan (Pentas Seni Budaya) yang melibatkan pelajar SMP/MTs se-Kecamatan Pekat.
Kegiatan ini dijadwalkan resmi dibuka pada 13 Mei 2026 di Lapangan SMKN 1 Pekat, dan diproyeksikan menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda dalam menampilkan bakat, kreativitas, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya lokal.
Beragam pertunjukan akan memeriahkan panggung budaya tersebut. Mulai dari tari tradisional yang sarat makna, alunan musik khas daerah, hingga kreasi seni modern yang dikemas dengan sentuhan lokal.
Setiap penampilan bukan sekadar hiburan, melainkan representasi identitas budaya yang hidup dan terus diwariskan.
Lebih dari sekadar ajang kompetisi, pagelaran ini menjadi jembatan silaturahmi antar pelajar lintas sekolah.
Nuansa kebersamaan dan semangat kolaborasi diharapkan mampu tumbuh, memperkuat hubungan antar generasi muda dalam dunia pendidikan di Kecamatan Pekat. Komitmen SMKN 1 Pekat pun ditegaskan dalam kegiatan ini.
Sekolah tidak hanya fokus pada pengembangan kompetensi keahlian yang siap terjun ke dunia industri, tetapi juga serius membina potensi seni dan budaya sebagai bagian dari pendidikan yang utuh.
Dalam pernyataannya, pihak sekolah menegaskan bahwa SMKN 1 Pekat merupakan sekolah “MACARU” berkarakter kuat dalam membangun bakat, minat, serta kompetensi peserta didik.
Melalui pagelaran ini, sekolah juga ingin menghadirkan warna baru dalam pelestarian kearifan lokal budaya di Provinsi NTB, khususnya di Kecamatan Pekat.
Ketua Panitia, M. Fauji, S.Hut, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kreativitas pelajar sekaligus ruang apresiasi bagi seni budaya daerah.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Pekat, Suherman, S.Pd, selaku penanggung jawab kegiatan, menegaskan bahwa perayaan dua dekade ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga berakar pada nilai budaya.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni, ini adalah panggung besar tempat bakat bertemu tradisi, kreativitas menyapa identitas, dan generasi muda menegaskan perannya sebagai penjaga budaya di masa depan.


Komentar