SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internasional
Beranda / Internasional / Gencatan Senjata Terancam Gagal, Israel Ancam Lanjutkan Perang Gaza Demi Paksa Perlucutan Senjata

Gencatan Senjata Terancam Gagal, Israel Ancam Lanjutkan Perang Gaza Demi Paksa Perlucutan Senjata

Seorang tentara Israel duduk di dalam tank di Israel selatan dekat perbatasan dengan Jalur Gaza (Foto: Aljazeera)
Seorang tentara Israel duduk di dalam tank di Israel selatan dekat perbatasan dengan Jalur Gaza (Foto: Aljazeera)

GAZA, Radardemokrasi.com – Stabilitas di Jalur Gaza kembali berada di ambang kehancuran. Pemerintah Israel secara terbuka mengancam akan memulai kembali operasi militer skala penuh jika kelompok perlawanan Palestina tidak segera melakukan perlucutan senjata secara total.

Ancaman ini muncul di tengah kondisi gencatan senjata yang kian rapuh dalam beberapa hari terakhir.

Israel menyatakan bahwa jeda pertempuran saat ini tidak akan berlangsung selamanya jika tuntutan keamanan mereka tidak dipenuhi.

Yerusalem mendesak adanya mekanisme internasional yang menjamin tidak ada lagi persenjataan berat yang masuk atau diproduksi di wilayah kantong yang terkepung tersebut.

Laporan yang dilansir dari Al Jazeera menyebutkan bahwa ancaman ini dipandang oleh banyak pihak sebagai upaya tekanan psikologis sekaligus strategi diplomatik agresif untuk memaksa faksi-faksi di Gaza menyerah pada persyaratan baru.

Teheran Memanas: Iran Sebut Misi Militer Trump di Selat Hormuz Langgar Gencatan Senjata

Namun, pihak otoritas di Gaza dan para pejuang perlawanan dengan tegas menolak tuntutan perlucutan senjata tersebut.

Mereka menganggap tuntutan Israel sebagai pelanggaran terhadap hak membela diri dan upaya untuk membiarkan warga Gaza tanpa perlindungan di bawah pendudukan.

“Kami tidak akan menerima persyaratan yang membuat rakyat kami tidak berdaya. Perlawanan adalah hak sah selama pendudukan masih ada,” ujar salah satu juru bicara faksi di Gaza.

Ancaman kembalinya peperangan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan lembaga kemanusiaan internasional.

Saat ini, jutaan warga Gaza masih berjuang menghadapi kelaparan dan hancurnya infrastruktur kesehatan.

Tinjau Proposal Damai Baru, Donald Trump: Iran Belum Membayar Harga yang Cukup Mahal

Para mediator dari Mesir dan Qatar dilaporkan tengah bekerja keras siang malam untuk mencegah eskalasi militer lebih lanjut.

Namun, posisi yang semakin mengeras dari kedua belah pihak membuat prospek perdamaian jangka panjang tampak kian menjauh.

Jika ancaman Israel terwujud, Gaza diprediksi akan menghadapi gelombang kekerasan yang jauh lebih destruktif dari sebelumnya.

Komentar