TEL AVIV, Radardemokrasi.com – Dua aktivis kemanusiaan dari kapal bantuan “Global Sumud Flotilla” yang bertujuan memutus blokade Gaza, dilaporkan telah muncul di Pengadilan Magistrate Ashkelon, Israel, pada Minggu (3/5/2026).
Kehadiran mereka mengungkap kesaksian mengerikan mengenai dugaan penyiksaan dan kekerasan fisik selama berada dalam tahanan militer Israel.
Kedua aktivis tersebut adalah Saif Abu Keshek (warga negara Spanyol-Swedia keturunan Palestina) dan Thiago Avila (warga negara Brasil).
Mereka adalah bagian dari 175 aktivis yang ditangkap oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat Yunani pada Kamis lalu saat mencoba membawa bantuan medis dan pangan ke Gaza.
Organisasi hak asasi manusia Adalah, yang mendampingi kedua aktivis tersebut, mengungkapkan bahwa Abu Keshek dan Avila menjadi sasaran kebrutalan luar biasa sejak awal penangkapan.
Abu Keshek dilaporkan dipaksa berbaring telungkup di lantai kapal militer Israel selama dua hari berturut-turut dalam kondisi tangan terikat dan mata tertutup.
Sementara itu, Thiago Avila dikabarkan diseret dengan wajah menghadap lantai dan dipukuli dengan sangat parah hingga pingsan sebanyak dua kali.
“Kesaksian yang mengerikan dari kedua aktivis ini mengungkap adanya kekerasan fisik dan penggunaan posisi stres (stress positions) oleh militer Israel selama dua hari mereka berada di laut,” tulis pernyataan resmi yang dilansir dari Al Jazeera.
Di hadapan pengadilan, jaksa penuntut Israel mengajukan perpanjangan masa tahanan bagi keduanya.
Mereka dituduh atas sejumlah pelanggaran berat, termasuk dugaan membantu musuh di masa perang, kontak dengan agen asing, serta keanggotaan dalam organisasi teroris.
Meski demikian, pihak pengacara menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.
Mereka berargumen bahwa penangkapan yang dilakukan di perairan internasional adalah bentuk pembajakan (piracy) dan pelanggaran hukum laut internasional.
Hakim akhirnya memutuskan untuk memperpanjang masa tahanan mereka selama dua hari ke depan guna keperluan interogasi lebih lanjut oleh Shin Bet.
Insiden ini memicu gelombang protes dari negara asal para aktivis. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, telah memberikan peringatan keras kepada pemerintahan Benjamin Netanyahu agar segera membebaskan warga negaranya yang ditahan secara ilegal.
Senada dengan itu, pemerintah Brasil juga dilaporkan telah mengirimkan perwakilan konsuler untuk memantau kondisi Thiago Avila yang dikabarkan mengalami luka memar di sekujur tubuh dan cedera serius pada mata kirinya.
Organisasi Global Sumud Flotilla sendiri menegaskan bahwa misi mereka murni kemanusiaan untuk menyalurkan susu bayi, obat-obatan, dan bahan makanan ke tengah krisis kelaparan di Gaza.
Mereka menyerukan pemimpin dunia untuk segera mengintervensi sebelum terjadi kekerasan lebih lanjut terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut.


Komentar