AUCKLAND, Radardemokrasi.com – Langit malam Selandia Baru menjadi saksi bisu fenomena astronomi yang sangat langka pada Senin (4/5/2026).
Sebuah komet yang hanya melintas dalam kurun waktu ribuan tahun sekali menampakkan dirinya dengan sangat jelas, menciptakan pemandangan spektakuler yang memikat para pengamat bintang dan fotografer profesional dari berbagai penjuru dunia.
Komet tersebut terlihat dengan ekor cahaya yang panjang dan terang, membelah langit gelap di wilayah Belahan Bumi Selatan (Southern Hemisphere).
Para ahli astronomi menyebut momen ini sebagai kesempatan “sekali seumur hidup” karena orbit komet ini yang sangat panjang untuk kembali mendekati bumi.
Melansir laporan The Guardian, kejernihan langit Selandia Baru, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat polusi cahaya rendah seperti Tekapo dan Pulau Selatan, menjadikan negara ini lokasi terbaik untuk mengamati komet tersebut.
Para saksi mata melaporkan bahwa komet dapat dilihat dengan mata telanjang tak lama setelah matahari terbenam.
Fenomena ini memicu gelombang “wisata langit” di mana ribuan orang berkumpul di area perbukitan dengan membawa teleskop dan kamera canggih untuk mengabadikan momen langka tersebut.
Para ilmuwan dari berbagai lembaga antariksa internasional memanfaatkan momentum ini untuk melakukan penelitian lebih dalam mengenai komposisi kimia komet tersebut.
Komet sering kali dianggap sebagai “kapsul waktu” dari masa awal pembentukan tata surya, sehingga data yang diambil sangat berharga bagi ilmu pengetahuan.
“Ini adalah pemandangan yang luar biasa. Ekor kometnya sangat kontras dengan latar belakang bintang-bintang. Kita sangat beruntung karena cuaca di Selandia Baru cukup mendukung untuk pengamatan malam ini,” ungkap salah seorang astronom amatir di Auckland.
Meskipun saat ini terlihat paling jelas di Selandia Baru, komet ini diperkirakan akan terus bergerak dan perlahan memudar seiring perjalanannya menjauhi matahari.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk segera melihat ke langit selatan sebelum komet tersebut menghilang kembali ke kedalaman ruang angkasa untuk ribuan tahun ke depan.


Komentar