Dompu, Radardemokrasi.com – SDN 20 Dompu mengisi Jumat pagi dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan guru dan siswa. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, seluruh peserta mengikuti yasinan bersama di halaman sekolah, kemudian dilanjutkan dengan literasi Al-Qur’an.
Kegiatan rutin tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun suasana pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pelajaran akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan peserta didik.
Yasinan bersama menjadi pembuka kegiatan. Guru dan siswa berkumpul di halaman sekolah untuk membaca Surah Yasin secara bersama-sama. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan literasi Al-Qur’an, sebagai ruang bagi siswa untuk lebih dekat dengan kitab suci dan membiasakan diri membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Dua kegiatan tersebut memiliki tujuan yang saling melengkapi. Yasinan memperkuat kebersamaan dalam menjalankan kegiatan keagamaan, sementara literasi Al-Qur’an memberi kesempatan kepada peserta didik untuk membangun kebiasaan membaca dan mengenal kandungan kitab suci.
Pembiasaan seperti ini penting ditanamkan sejak bangku sekolah. Sebab, pendidikan bukan hanya soal kemampuan memahami materi pelajaran, mengerjakan tugas, atau mengejar nilai. Ada tanggung jawab lain yang tidak kalah penting, yakni membentuk sikap, akhlak, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan rutin setiap Jumat, SDN 20 Dompu berupaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat tumbuhnya budaya religius. Guru tidak hanya menjalankan peran sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian dari keteladanan dalam membangun kebiasaan positif bersama siswa.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peserta didik membawa kebiasaan membaca Al-Qur’an ke lingkungan keluarga. Dengan begitu, pembelajaran keagamaan tidak berhenti di halaman sekolah, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Rutinitas Yasinan dan literasi Al-Qur’an perlu dijaga konsistensinya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. SDN 20 Dompu memiliki ruang untuk terus menumbuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga dekat dengan nilai-nilai agama dan berakhlak baik.
Kebiasaan membaca Al-Qur’an perlu terus dirawat agar tumbuh menjadi bagian dari keseharian siswa, bukan hanya dilakukan ketika berada di sekolah. Sinergi antara guru dan orang tua diharapkan mampu menjaga semangat tersebut, sehingga nilai keagamaan yang diperoleh anak-anak dapat tercermin dalam sikap, tutur kata, dan perilaku mereka di tengah masyarakat.


Komentar