Pendidikan
Beranda / Pendidikan / IMTAQ SDN 48 Kumbe: Bekal Karakter di Luar Kelas

IMTAQ SDN 48 Kumbe: Bekal Karakter di Luar Kelas

IMTAQ SDN 48 Kumbe (Foto: KB)
IMTAQ SDN 48 Kumbe (Foto: KB)

Kota Bima, Radardemokrasi.com – IMTAQ SDN 48 Kumbe menjadi salah satu cara sekolah menanamkan nilai keagamaan kepada peserta didik. Melalui kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekolah berupaya membangun kebiasaan baik yang tidak hanya berhenti di ruang belajar.

Pendidikan bukan semata-mata urusan angka, nilai rapor, atau kemampuan siswa menjawab soal pelajaran. Ada hal lain yang perlu mendapat perhatian, yakni pembentukan sikap, akhlak, dan kepribadian anak sejak usia sekolah.

Di sinilah kegiatan IMTAQ memiliki arti penting. Sekolah menjadi tempat bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai agama sekaligus belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan seperti ini membutuhkan konsistensi. Sebab, karakter tidak terbentuk hanya melalui satu kali kegiatan atau sederet nasihat dari guru. Kebiasaan baik perlu ditanamkan secara berulang, sehingga perlahan menjadi bagian dari perilaku siswa, baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan pendidikan.

Bagi SDN 48 Kumbe, kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari upaya melengkapi proses pembelajaran. Kemampuan akademik tetap penting, tetapi harus berjalan seiring dengan pembentukan moral dan tanggung jawab.

Guru Dianapapilaya Punya Cara Ceria Menutup Pelajaran

Sekolah memiliki ruang strategis untuk memperkenalkan nilai kedisiplinan, kesantunan, kepedulian, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang dibutuhkan anak-anak ketika berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat.

Namun, pembentukan karakter tentu tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Peran orang tua di rumah juga diperlukan agar kebiasaan baik yang diperkenalkan di lingkungan pendidikan tetap terjaga dalam kehidupan keluarga.

Karena itu, kegiatan IMTAQ perlu dipandang lebih dari sekadar agenda rutin mingguan. Ada tujuan pendidikan yang lebih besar di dalamnya, yakni membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan pegangan nilai dalam bertindak.

Sebab, keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari seberapa banyak materi pelajaran yang diselesaikan. Cara siswa bersikap, berbicara, dan menghargai orang lain juga menjadi cermin dari pendidikan yang mereka terima.

Kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan terus mendapat perhatian dan dijalankan secara berkesinambungan. Bukan hanya menjadi rutinitas setiap pekan, tetapi benar-benar memberi pengaruh terhadap cara siswa berpikir, bersikap, dan bergaul. Dengan begitu, nilai-nilai yang ditanamkan melalui IMTAQ dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif yang melekat hingga mereka dewasa.

Pramuka SDN 2 Dompu, Belajar Disiplin Sambil Bermain

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *