Dompu, Radardemokrasi.com – Guru Dianapapilaya, S.Pd., punya cara sederhana membuat suasana kelas SDN 27 Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, tetap ceria hingga bel pulang berbunyi. Pada Jumat, 30 Oktober 2026, siswa-siswi di kelas yang dipandunya tidak langsung beranjak setelah pelajaran selesai. Mereka terlebih dahulu diajak bernyanyi bersama.
Suasana kelas sederhana itu mendadak riuh oleh suara anak-anak. Tawa dan canda terdengar ketika Guru Dianapapilaya memandu lagu-lagu ceria. Para siswa mengikuti dengan kompak. Tidak tampak wajah lelah setelah mengikuti pelajaran. Sebaliknya, mereka terlihat gembira menikmati momen sebelum meninggalkan sekolah.
Kebiasaan tersebut menjadi cara berbeda dalam mengakhiri kegiatan belajar. Bel pulang memang sudah berbunyi, tetapi Guru Dianapapilaya memberikan ruang sejenak bagi anak-anak untuk melepas penat melalui nyanyian bersama.
Bagi siswa sekolah dasar, kegiatan sederhana seperti bernyanyi dapat menjadi selingan yang menyenangkan setelah mereka menerima berbagai materi pelajaran. Anak-anak mendapat kesempatan mengendurkan ketegangan, mengekspresikan kegembiraan, sekaligus membangun kebersamaan dengan teman sekelas.
Cara seperti ini juga memperlihatkan bahwa suasana belajar tidak selalu harus berlangsung serius dan kaku. Ada kalanya anak-anak membutuhkan pendekatan yang dekat dengan dunia mereka. Lagu ceria, canda, dan kebersamaan bisa menjadi bagian dari pengalaman sekolah yang membekas.
Guru Dianapapilaya tampak memandu, sementara siswa mengikuti irama dengan penuh semangat. Setelah nyanyian selesai, anak-anak mulai meninggalkan ruangan satu per satu. Mereka keluar secara bergantian sambil bersalaman dengan guru yang mendampingi mereka.
Kebiasaan kecil di SDN 27 Pekat ini menyimpan pesan sederhana: perhatian kepada siswa tidak berhenti ketika materi pelajaran selesai. Cara guru mengakhiri hari belajar juga dapat memengaruhi suasana hati anak ketika pulang ke rumah.
Dengan membawa kegembiraan dari sekolah, siswa diharapkan dapat kembali keesokan harinya dengan semangat baru. Sebab, sekolah bukan hanya tempat menerima pelajaran, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, merasa dihargai, dan menikmati proses belajar.
Hal sederhana seperti ini patut terus dipertahankan di lingkungan sekolah. Sebab, anak-anak tidak hanya membutuhkan pelajaran dan tugas, tetapi juga suasana yang membuat mereka merasa nyaman dan bahagia. Ketika guru mampu menghadirkan kegembiraan di ruang kelas, pengalaman belajar akan terasa lebih menyenangkan dan meninggalkan kenangan positif bagi peserta didik.


Komentar