KHARKIV, Radardemokrasi.com – Gelombang serangan udara Rusia kembali menyasar infrastruktur energi vital Ukraina. Sebuah fasilitas gas milik perusahaan negara, Naftogaz, di wilayah Kharkiv dilaporkan hantam rudal pada Senin (4/5/2026) malam, yang mengakibatkan sedikitnya lima orang pekerja tewas di lokasi kejadian.
Serangan ini menambah panjang daftar kerusakan fasilitas energi Ukraina di tengah upaya Rusia untuk melumpuhkan pasokan listrik dan gas negara tersebut.
Melansir laporan Al Jazeera, Selasa (5/5/2026), CEO Naftogaz, Oleksiy Chernyshov, mengonfirmasi tragedi tersebut melalui pernyataan resminya.
Ia menyebut bahwa serangan tersebut merupakan upaya sistematis untuk merusak ketahanan energi nasional.
“Musuh menyerang infrastruktur kami di wilayah Kharkiv. Lima rekan kami tewas”, ujar Chernyshov dalam pernyataan yang dikutip oleh Al Jazeera.
Ia juga menambahkan kecaman keras terhadap tindakan militer Rusia yang terus menargetkan warga sipil dan pekerja teknis. “Ini adalah serangan yang disengaja terhadap keamanan energi Ukraina”, tegasnya.
Ledakan di fasilitas tersebut memicu kebakaran hebat yang mengharuskan tim pemadam kebakaran bekerja ekstra sepanjang malam untuk menjinakkan api.
Selain lima korban jiwa, beberapa orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat di wilayah Kharkiv.
Pihak berwenang Ukraina menyatakan bahwa meskipun terjadi kerusakan pada infrastruktur, tim teknis sedang berupaya melakukan mitigasi agar pasokan gas ke wilayah pemukiman tidak terputus sepenuhnya.
Kharkiv, yang terletak di dekat perbatasan Rusia, memang terus menjadi sasaran utama bombardir udara dalam beberapa pekan terakhir.


Komentar