Daerah
Beranda / Daerah / Desa Sakra Selatan Masuk Final, Stunting Disorot

Desa Sakra Selatan Masuk Final, Stunting Disorot

Penilaian Desa kinerja baik (Foto: LT)
Penilaian Desa kinerja baik (Foto: LT)

Lombok Timur, Radardemokrasi.com – Kecamatan Sakra, Lombok Timur, kini menjadi wakil daerah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik Tahun 2026. Fokus penilaiannya bukan lomba pagar desa paling kinclong, melainkan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Tahap wawancara berlangsung Selasa (15/9) secara virtual setelah pemeriksaan dokumen. Tim penilai datang dari lingkaran pemerintah pusat, mulai Sekretariat Presiden hingga Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Dengan kata lain, kali ini desa tidak cukup hanya pandai menyusun berkas. Ada meja penilai yang siap menguji apakah program penanganan stunting benar-benar hidup di lapangan atau sekadar rajin muncul dalam dokumen.

Kepala Desa Sakra Selatan Lalu Burhan bersama jajaran mengikuti proses tersebut. Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya juga hadir. Ia datang dalam kapasitas sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S).

Rombongan pemerintah daerah itu turut diperkuat Kepala Bappeda, Kepala DP3AKB, Pendamping Keluarga, PLKB hingga unsur PKK.

Subuh di Lempeh, Ansori Ajak Warga Makmurkan Masjid

Kehadiran banyak perangkat tersebut menunjukkan bahwa urusan stunting memang tidak bisa diserahkan kepada satu kantor, apalagi satu spanduk. Ia membutuhkan kerja bersama dari tingkat kabupaten sampai desa.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa, aparat desa dan masyarakat Sakra Selatan atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan masuk tahapan penilaian merupakan hasil kerja kolektif.

Namun Edwin tampaknya tidak ingin capaian itu berhenti sebagai piala administratif. Desa berpenduduk 8.435 jiwa tersebut bahkan diproyeksikan menjadi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik).

Predikat itu membuka pekerjaan rumah baru. Sebab desa cantik bukan sekadar nama yang enak didengar. Data harus cantik pula: akurat, tersedia dan dapat dipakai untuk mengambil keputusan.

Begitu pula urusan stunting. Angka yang turun tentu lebih penting daripada seremoni yang ramai.

Konservasi Sumbawa: Laut Dijaga, Warga Sejahtera

Kini Sakra Selatan tinggal menunggu hasil penilaian. Jika berhasil, desa ini bukan hanya membawa nama Kecamatan Sakra dan Lombok Timur, tetapi juga menjadi etalase NTB dalam tata kelola pencegahan stunting berbasis desa.

Kini pembuktian berada di tangan penilai. Sakra Selatan tinggal menunjukkan bahwa data bukan hiasan, dan perang melawan stunting bukan sekadar urusan meja rapat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *