Internasional
Beranda / Internasional / Kapal Fregat AS Dirudal Iran, Trump Tarik Pasukan dari Kawasan?

Kapal Fregat AS Dirudal Iran, Trump Tarik Pasukan dari Kawasan?

Geger kapal fregat AS terkena rudal! Presiden Donald Trump justru putuskan tarik pasukan dari kawasan. (Foto: gettyimages)
Geger kapal fregat AS terkena rudal! Presiden Donald Trump justru putuskan tarik pasukan dari kawasan. (Foto: gettyimages)

WASHINGTON D.C., Radardemokrasi.com – Situasi di Timur Tengah mendadak berubah drastis setelah sebuah kapal fregat milik Amerika Serikat dilaporkan terkena serangan rudal di perairan teluk.

Insiden serius ini memicu reaksi tak terduga dari Presiden Donald Trump yang memutuskan untuk mulai menarik mundur pasukan AS dari titik panas konflik.

Serangan tersebut menandai eskalasi militer paling berbahaya dalam beberapa pekan terakhir.

Meskipun kapal dilaporkan mengalami kerusakan, fokus utama dunia kini tertuju pada pergeseran kebijakan mendadak dari Gedung Putih yang memilih untuk melakukan penarikan pasukan di tengah meningkatnya ketegangan.

Melansir laporan CNN Indonesia, Selasa (5/5/2026), serangan rudal yang mengenai kapal fregat tersebut diduga berasal dari wilayah yang dikuasai proksi atau militer yang berlawanan di kawasan tersebut.

Ledakan Pabrik Petasan di China: 26 Pekerja Tewas dan 61 Luka-luka

Alih-alih melancarkan serangan balasan besar-besaran secara instan, Trump justru menunjukkan sikap “ngambek” secara politik dengan mempertanyakan efektivitas kehadiran AS di sana.

Trump menyatakan bahwa sekutu di kawasan tersebut tidak memberikan dukungan yang cukup, baik secara finansial maupun militer, sehingga ia merasa tidak perlu lagi mempertaruhkan nyawa tentara Amerika di medan tempur yang dianggapnya tidak berujung.

Dibalik keputusan mengejutkan ini, terdapat alasan strategis dan politis. Trump menilai bahwa keterlibatan AS selama ini terlalu membebani anggaran negara tanpa memberikan keuntungan nyata.

“Kita tidak bisa menjadi polisi dunia selamanya jika pihak lain tidak mau membayar harga yang pantas,” ujar salah satu sumber internal yang menggambarkan sentimen sang Presiden.

Langkah penarikan ini memicu perdebatan sengit di dalam negeri maupun di kalangan sekutu NATO.

Trump Perintahkan Operasi Militer AS di Selat Hormuz

Banyak pihak khawatir bahwa penarikan pasukan secara tiba-tiba pasca-serangan rudal akan menciptakan kekosongan kekuasaan yang justru akan dimanfaatkan oleh lawan untuk memperluas pengaruh mereka.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) tengah berkoordinasi untuk mengatur proses repatriasi pasukan, sementara status kesiagaan di Selat Hormuz tetap berada di level tertinggi untuk mengantisipasi serangan lanjutan selama proses transisi berlangsung.

Komentar