MANCHESTER, Radardemokrasi.com – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tidak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya setelah peluang timnya untuk menekan Arsenal hingga akhir musim kini berada dalam kondisi kritis.
Hasil terbaru di liga membuat harapan City untuk mempertahankan gelar juara Premier League semakin menipis.
Guardiola mengakui bahwa timnya kini kehilangan kendali atas nasib mereka sendiri.
Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, The Citizens membutuhkan keajaiban dan terpelesetnya Arsenal untuk bisa kembali ke puncak klasemen.
Melansir laporan dari The Guardian, Selasa (5/5/2026), Pep merasa kecewa dengan inkonsistensi yang ditunjukkan skuatnya di saat-saat krusial.
Ia menilai bahwa Arsenal saat ini memiliki momentum dan ketangguhan yang sulit dipatahkan, sementara City justru kehilangan poin di laga yang seharusnya bisa mereka menangkan.
“Harapan itu masih ada, tetapi situasinya sekarang sangat sulit. Kami tidak lagi bergantung pada diri kami sendiri, dan itu adalah posisi yang tidak diinginkan oleh tim mana pun di fase seperti ini,” ujar Guardiola dengan nada getir.
Meski frustrasi, Guardiola menegaskan bahwa Manchester City tidak akan menyerah begitu saja.
Ia menuntut para pemainnya untuk tetap profesional dan memenangkan seluruh laga tersisa sembari berharap adanya kejutan dari rival mereka.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa kegagalan meraih poin penuh di pekan ini bisa menjadi titik balik berakhirnya dominasi City di Liga Inggris.
Di sisi lain, Arsenal semakin kokoh dan percaya diri untuk mengakhiri puasa gelar liga mereka yang sudah berlangsung lama.
Kini, seluruh mata tertuju pada pekan-pekan terakhir Premier League untuk melihat apakah Pep mampu membalikkan keadaan atau justru harus merelakan trofi terbang ke London Utara.


Komentar