Olahraga
Beranda / Olahraga / Tatap GP Le Mans, Joan Mir Bertekad Akhiri Mimpi Buruk Honda Usai Hasil Buruk di Jerez

Tatap GP Le Mans, Joan Mir Bertekad Akhiri Mimpi Buruk Honda Usai Hasil Buruk di Jerez

Joan Mir mengincar kebangkitan di MotoGP Prancis usai hasil buruk di Jerez
Joan Mir mengincar kebangkitan di MotoGP Prancis usai hasil buruk di Jerez (Foto: Speedweek)

LE MANS, Radardemokrasi.com – Pembalap andalan Repsol Honda, Joan Mir, menatap optimis seri MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans yang akan berlangsung akhir pekan ini.

Juara dunia 2020 tersebut bertekad menjadikan balapan ini sebagai titik balik setelah mengalami akhir pekan yang menyedihkan di balapan kandangnya, Jerez, Spanyol, beberapa waktu lalu.

Performa Honda musim ini memang masih jauh dari harapan.

Di Jerez, Mir dan rekan setimnya kesulitan menembus barisan sepuluh besar, sebuah hasil yang ia sebut sebagai “momen yang sangat berat” bagi tim pabrikan asal Jepang tersebut.

Optimisme Mir bukan tanpa alasan. Usai kegagalan di GP Spanyol, tim Repsol Honda melakukan tes privat intensif di lokasi yang sama.

Kecelakaan Horor GP Catalunya 2026, Alex Marquez Patah Tulang

Dalam tes tersebut, Honda mencoba beberapa pembaruan pada sistem aerodinamika dan perangkat elektronik motor RC213V.

“Kami tidak bisa terus berada di posisi ini. Tes di Jerez memberi kami beberapa petunjuk tentang apa yang salah, dan di Le Mans, kami akan mencoba pendekatan yang berbeda,” ujar Joan Mir sebagaimana dilansir dari Speedweek.

Pembalap asal Mallorca ini mengakui bahwa karakteristik lintasan Le Mans yang memiliki banyak titik pengereman keras (stop-and-go) biasanya menjadi tantangan bagi motor Honda.

Namun, ia berharap paket pengembangan terbaru dapat memberikan stabilitas lebih baik saat memasuki tikungan.

Kegagalan demi kegagalan yang dialami Honda mulai menimbulkan tekanan besar di internal tim.

MotoGP Catalunya 2026 Dua Kali Red Flag: Di Giannantonio Juara, Alex Marquez Kecelakaan Parah

Muncul desas-desus mengenai masa depan pengembangan motor jika hasil di Le Mans tidak menunjukkan progres signifikan.

Bagi Mir, seri Prancis bukan sekadar balapan biasa, melainkan pembuktian bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi jika didukung oleh performa motor yang kompetitif.

“Tujuannya jelas, kami ingin kembali ke jalur yang benar. Saya pribadi merasa fisik saya sangat bugar, sekarang tinggal bagaimana kami menyatukan semua elemen di atas lintasan,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *