Dompu, Radardemokrasi.com – Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Dompu telah memasuki tikungan terakhir. Sebelas jabatan strategis sudah memiliki tiga kandidat terbaik hasil kerja Panitia Seleksi. Kini, bola sepenuhnya berada di tangan Bupati Dompu Bambang Firdaus. Namun sebelum keputusan diambil, pemerintah daerah masih harus menunggu persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Di sinilah Bambang Firdaus Menguji Isi Kepala Calon Pejabat bukan sekadar judul. Ini adalah gambaran dari pertarungan gagasan, kapasitas, dan integritas. Sebab keputusan yang akan lahir bukan hanya menentukan siapa yang duduk di kursi kepala dinas, tetapi juga menentukan wajah birokrasi Dompu dalam beberapa tahun ke depan.
Redaksi memprediksi tahapan wawancara akhir bersama Bupati Bambang Firdaus akan menjadi panggung paling menentukan. Seluruh nilai assessment, makalah, dan presentasi kandidat hanya menjadi bekal awal. Pada tahap inilah kemampuan berpikir, keberanian mengambil keputusan, integritas, hingga loyalitas terhadap kepentingan daerah akan diuji secara mendalam.
Bupati sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) tentu tidak membutuhkan calon pejabat yang hanya mampu menghafal konsep birokrasi. Yang dibutuhkan adalah pemimpin organisasi yang mampu membaca persoalan, menyusun strategi, dan menghadirkan solusi nyata.
Pertanyaan pertama yang layak diajukan sangat sederhana, tetapi berat dijawab. Apa yang akan dilakukan calon kepala dinas dalam 100 hari pertama jika dipercaya memimpin? Apakah mereka memiliki langkah konkret atau hanya menawarkan bahasa administratif yang terdengar indah tetapi minim tindakan?
Dompu membutuhkan pejabat yang mampu bekerja, bukan sekadar pejabat yang pandai membuat laporan. Jabatan kepala organisasi perangkat daerah bukan penghargaan atas masa kerja, melainkan amanah besar yang harus dibuktikan melalui hasil dan manfaat bagi masyarakat.
Aspek kedua yang diprediksi menjadi perhatian adalah kemampuan menerjemahkan visi dan misi kepala daerah. Seorang kepala dinas harus mampu memastikan program pemerintah berjalan sesuai arah pembangunan daerah. Loyalitas bukan berarti sekadar mengikuti perintah, tetapi kemampuan membangun kerja tim dan memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.
Selain itu, persoalan digitalisasi birokrasi juga menjadi tantangan besar. Pemerintahan modern membutuhkan aparatur yang mampu beradaptasi dengan teknologi. Kepala dinas ke depan harus memiliki keberanian mempercepat pelayanan digital, memangkas birokrasi yang lambat, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kerjanya.
Namun, ujian paling berat tetap berada pada aspek integritas. Seorang pejabat boleh memiliki kecerdasan dan pengalaman panjang, tetapi tanpa integritas, semua kemampuan tersebut dapat kehilangan arah. Karena itu, rekam jejak, komitmen antikorupsi, keberanian menjaga aturan, serta kemampuan menghadapi tekanan menjadi bagian penting yang harus digali dalam wawancara akhir.
Redaksi menilai, Bambang Firdaus Menguji Isi Kepala Calon Pejabat harus menjadi momentum memilih pemimpin birokrasi berdasarkan kapasitas, bukan kedekatan. Tidak boleh ada ruang bagi keputusan yang hanya mempertimbangkan kepentingan kelompok atau hubungan tertentu. Dompu membutuhkan pejabat yang siap bekerja, berani mengambil keputusan, dan mampu mempertanggungjawabkan kebijakan kepada masyarakat.
Setelah sebelas pejabat eselon II dilantik, agenda besar berikutnya adalah seleksi terbuka Sekretaris Daerah definitif. Artinya, keputusan terhadap 11 jabatan strategis ini menjadi pondasi penting bagi arah pemerintahan Kabupaten Dompu ke depan.
Publik tentu berharap seluruh proses berjalan objektif, transparan, dan mengutamakan kualitas. Dompu tidak sedang mencari pejabat yang hanya mengisi kursi kosong. Dompu membutuhkan pemimpin birokrasi yang mampu membawa perubahan dan mempercepat pembangunan daerah.
Jika proses ini menghasilkan komposisi pejabat yang tepat, pemerintahan Bambang Firdaus akan memiliki mesin birokrasi yang kuat untuk menjalankan program pembangunan. Sebaliknya, jika keputusan tidak didasarkan pada kemampuan dan integritas, dampaknya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, Bambang Firdaus Menguji Isi Kepala Calon Pejabat bukan hanya tentang siapa yang terpilih. Ini adalah ujian besar untuk memastikan birokrasi Dompu dipimpin oleh orang-orang yang berpikir jauh ke depan, bekerja dengan hati, dan mampu membuktikan kepercayaan yang diberikan.


Komentar