Dompu, Radardemokrasi.com – Festival Literasi Dompu kembali menjadi panggung untuk mendorong tumbuhnya budaya membaca, kreativitas, dan kecerdasan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Gedung Cluster II Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu, Selasa (3/11/2026), dibuka langsung oleh Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E.
Pembukaan festival tersebut turut dihadiri Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat.
Mengusung tema “Literasi Maju Dompu Cerdas: Sains, Budaya dan Kreativitas untuk Masa Depan”, festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 November 2026.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat menunjukkan bahwa literasi bukan hanya urusan sekolah atau perpustakaan. Ada kepentingan yang lebih luas, yakni membangun masyarakat yang memiliki kemampuan membaca, memahami informasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya.
Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan kreatif menghadapi perkembangan zaman.
Dukungan TNI AD terhadap kegiatan ini juga menjadi bagian dari perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Namun, membangun budaya literasi tentu tidak cukup hanya melalui festival selama beberapa hari. Kebiasaan membaca membutuhkan lingkungan yang mendukung, akses terhadap bahan bacaan, serta keterlibatan keluarga, sekolah, dan pemerintah.
Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan yang ramai ketika pembukaan, kemudian sepi setelah kegiatan berakhir. Justru tantangan sesungguhnya adalah menjaga semangat membaca dan berkarya agar tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sains, budaya, dan kreativitas yang diangkat dalam tema kegiatan juga menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan pembangunan fisik. Kualitas manusia yang mampu berpikir, berinovasi, dan menjaga identitas lokal merupakan modal penting bagi masa depan Dompu.
Dompu memiliki pekerjaan besar untuk memastikan budaya literasi tumbuh hingga ke pelosok desa. Perpustakaan, sekolah, komunitas pemuda, dan ruang publik perlu mengambil peran agar membaca tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Sebab, generasi cerdas tidak lahir dari banyaknya acara yang digelar, melainkan dari kebiasaan belajar, keberanian berpikir, dan kemampuan menciptakan gagasan baru.


Komentar