Kota Bima, Radardemokrasi.com – Kota Bima Memburu Predikat Terinovatif melalui ajang Innovative Government Award (IGA) 2026. Wali Kota Bima, H. Arahman H. Abidin, S.E., menghadiri pembukaan presentasi kepala daerah yang menjadi salah satu tahapan penting penilaian penghargaan inovasi pemerintahan tersebut, Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Wali Kota hadir didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima, Arif Roesman Effendy, S.T., M.Sc., M.T., Plt. Kepala Dinas Sosial Rusdhan, S.E., Kepala Bidang PPIT Syarifuddin, SKM., M.PH., serta Kepala Bidang Perhubungan Jainul Arifin, S.Sos.
Kehadiran rombongan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah dalam mengikuti proses penilaian IGA 2026. Tahun ini, Kota Bima berhasil masuk dalam jajaran nominasi kota yang berpeluang meraih predikat Kota Terinovatif di Indonesia.
Masuknya Kota Bima dalam daftar nominasi bukan sekadar pencapaian administratif. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi berbagai perangkat daerah dalam mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, inovasi menjadi salah satu ukuran penting kemampuan pemerintah daerah menjawab kebutuhan warganya. Bukan hanya menciptakan program baru, tetapi juga memastikan setiap terobosan dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya.
Melalui ajang Innovative Government Award, pemerintah daerah mendapat ruang untuk menunjukkan berbagai terobosan dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Bima menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem dan budaya inovasi. Upaya itu diarahkan agar pembangunan daerah semakin kreatif, adaptif, dan berkelanjutan.
Kini, nominasi tersebut menjadi kesempatan bagi Kota Bima untuk membuktikan bahwa inovasi bukan sekadar slogan pembangunan. Tantangan berikutnya adalah menunjukkan bahwa berbagai terobosan pemerintah benar-benar bekerja dan memberi dampak bagi masyarakat.
Keikutsertaan dalam nominasi IGA 2026 juga menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas inovasi. Sebab, predikat kota terinovatif tidak cukup diraih melalui gagasan, tetapi harus dibuktikan dengan keberlanjutan program, efektivitas pelayanan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.


Komentar