DOMPU, Radardemokrasi.com – Sebanyak 75 pejabat Eselon III dan administrator dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk memperebutkan 11 Jabatan Strategis Dompu di lingkungan Pemkab Dompu pada Mei 2026 melalui tahapan assessment centre, penulisan makalah, presentasi, hingga wawancara.
Namun di tengah tekanan fiskal dan rendahnya PAD, publik kini menaruh perhatian besar: apakah perebutan 11 Jabatan Strategis Dompu ini benar-benar akan melahirkan pejabat yang mampu membawa solusi, atau sekadar pergantian nama di kursi birokrasi?
Seleksi terbuka jabatan bukan sekadar agenda rutin birokrasi.
Di tengah kondisi fiskal yang tertekan, perebutan 11 Jabatan Strategis Dompu seharusnya menjadi momentum mencari orang-orang terbaik yang mampu berpikir keras, bekerja cepat, dan berani mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan keuangan daerah.
Sebab Dompu hari ini tidak sedang dalam kondisi nyaman. PAD masih rendah, ketergantungan terhadap dana pusat masih tinggi, sementara ruang fiskal makin sempit.
Karena itu, ukuran calon pejabat tidak cukup hanya dari kepangkatan, pengalaman birokrasi, atau kemampuan menjawab pertanyaan formal di depan pansel.
Yang lebih penting adalah apakah mereka punya gagasan konkret. Apa strategi mereka menaikkan PAD?
Bagaimana cara menutup kebocoran penerimaan?
Apa langkah mereka agar daerah tidak terus bergantung pada transfer pusat?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus menjadi ukuran utama dalam seleksi 11 Jabatan Strategis Dompu.
Tahap penulisan makalah dan wawancara jangan sampai hanya menjadi ruang bagi paparan teori normatif yang terdengar indah tetapi kosong dalam praktik.
Pansel harus berani menguji calon dengan realitas yang sedang dihadapi Dompu saat ini.
Dalam situasi fiskal yang menekan, pejabat yang dibutuhkan bukan sekadar pandai bicara, tetapi mampu mengeksekusi kebijakan yang berdampak.
Dompu tidak butuh pejabat yang hanya datang, duduk, lalu mengisi jabatan tanpa perubahan berarti.
Perebutan 11 Jabatan Strategis Dompu harus melahirkan pejabat petarung, bukan pejabat seremonial. Sebab jika seleksi ini salah arah, maka 11 Jabatan Strategis Dompu hanya akan menjadi pergantian nama di kursi yang sama, sementara krisis fiskal tetap menjadi beban bagi masa depan daerah. [M. Aulia]


Komentar