JAKARTA, Radardemokrasi.com – Indonesia terus memperkuat kedaulatan teknologinya di sektor antariksa. Pemerintah melalui kolaborasi antar-lembaga riset dilaporkan tengah mengembangkan dua satelit canggih generasi terbaru yang dirancang khusus untuk memperkuat sistem mitigasi bencana nasional.
Dua satelit ini mengusung teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dengan resolusi tinggi yang mampu memantau perubahan kondisi geografis Indonesia secara real-time.
Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana alam yang kerap melanda wilayah nusantara.
Melansir laporan CNN Indonesia, Senin (4/5/2026), pengembangan satelit ini merupakan respons terhadap tantangan geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire.
Satelit pertama akan difokuskan pada pemantauan aktivitas vulkanik dan pergerakan lempeng tektonik untuk mendeteksi potensi gempa bumi dan erupsi gunung berapi.
Sementara itu, satelit kedua akan dilengkapi dengan sensor radar canggih yang mampu menembus awan tebal.
Fungsi utamanya adalah untuk memantau potensi banjir, kebakaran hutan, hingga anomali cuaca ekstrem yang sulit dideteksi oleh satelit konvensional.
Proyek ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian teknologi Indonesia.
Selain melibatkan ahli-ahli lokal, pengembangan satelit ini juga menekankan pada penggunaan komponen dalam negeri serta integrasi data yang akan dikelola langsung oleh pusat data nasional.
“Langkah ini bukan sekadar mengejar kemajuan teknologi, tapi tentang bagaimana kita menggunakan teknologi untuk menyelamatkan nyawa manusia. Kemampuan deteksi dini adalah kunci dalam mitigasi bencana,” ungkap salah satu narasumber ahli di balik proyek tersebut.
Jika berjalan sesuai rencana, kedua satelit ini dijadwalkan akan meluncur ke orbit pada akhir tahun depan.
Keberhasilan proyek ini diprediksi akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan sistem pemantauan bencana berbasis satelit terbaik di kawasan Asia Tenggara.


Komentar