DOMPU, Radardemokrasi.com – Gerakan mahasiswa dan pemuda Kabupaten Dompu menggelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Dompu pada Kamis siang.
Aksi berlangsung panas saat massa menyuarakan tiga tuntutan utama terkait persoalan infrastruktur daerah, dengan sorotan pertama pada kerusakan jalan yang dinilai semakin parah di berbagai wilayah.
Dalam aksi tersebut, massa sempat berkerumun dan merangsek masuk ke ruang kerja anggota dewan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Satpol PP.
Mereka berupaya menemui Ketua DPRD Dompu, Mutakun, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Sejumlah anggota dewan yang hadir hanya mendengarkan orasi tanpa memberikan tanggapan atas tuntutan massa.
Sorotan utama massa aksi adalah kondisi jalan rusak di Kabupaten Dompu yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.
Mereka menyebut kerusakan terjadi di banyak titik, terutama di Desa Wawonduru, Desa Mbawi, Raba Baka, serta sejumlah desa lain dan juga kawasan Kota Dompu.
Massa menilai jalan rusak tersebut sudah lama dibiarkan tanpa penanganan serius, bahkan disebut telah menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Selain persoalan jalan rusak, massa juga menyoroti kondisi lampu jalan yang banyak mati dan tidak berfungsi.
Mereka mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan lampu jalan di lintas kota maupun desa.
Menurut mereka, lampu jalan yang rusak membuat sejumlah ruas jalan menjadi gelap dan rawan kecelakaan pada malam hari.
Massa juga menyoroti tidak adanya pemerataan fasilitas lampu jalan di desa-desa.
Mereka mendesak Bupati Dompu untuk menghadirkan program pengadaan lampu jalan bagi wilayah yang belum memiliki penerangan sama sekali, agar tidak ada lagi desa yang gelap gulita pada malam hari.
Dalam orasinya, para demonstran juga menilai hampir 80 persen jalan kabupaten dalam kondisi rusak berat.
Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam penganggaran perbaikan infrastruktur, termasuk kinerja Dinas PUPR yang dinilai belum memberikan hasil nyata meski telah beberapa kali melakukan peninjauan di lapangan.
Orator aksi bahkan menuding anggota DPRD, khususnya Komisi III, hanya memberikan janji tanpa realisasi.
Massa menyebut berbagai janji terkait perbaikan jalan dan lampu jalan sudah sering disampaikan sejak awal 2026, namun hingga kini belum terealisasi.
Setelah menyampaikan seluruh tuntutan, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib dari halaman kantor DPRD Dompu.


Komentar