Mataram, Radardemokrasi.com – PAPPRI NTB menjadi ujung tombak penguatan industri musik di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi NTB menilai organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem musik yang sehat sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD PAPPRI NTB serta DPC PAPPRI kabupaten/kota periode 2025–2030 di Mataram. Kepengurusan baru dilantik langsung Ketua Umum PAPPRI, Tony Wenas.
Dalam sambutannya, Wagub berharap PAPPRI NTB mampu menjadi organisasi yang profesional, solid, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kemajuan seni musik daerah.
Menurutnya, musik bukan sekadar hiburan, melainkan sektor ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, rantai industri musik melibatkan pencipta lagu, penyanyi, pemusik, produser, penyelenggara pertunjukan, hingga pelaku ekonomi kreatif. Karena itu, PAPPRI NTB diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis kreativitas dan inovasi.
Selain penguatan industri, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan hak cipta. PAPPRI NTB diminta meningkatkan literasi mengenai hak cipta, hak terkait, dan sistem royalti agar para musisi daerah memperoleh perlindungan hukum yang layak serta terus produktif menghasilkan karya.
Wagub juga menekankan pentingnya mengangkat musik tradisional Sasak, Samawa, dan Mbojo sebagai identitas budaya sekaligus media promosi pariwisata.
Lagu-lagu daerah yang dikemas secara kreatif diyakini mampu memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata budaya.
Sementara itu, Ketua Umum PAPPRI, Tony Wenas, menyebut NTB memiliki posisi istimewa karena seluruh kabupaten/kota telah membentuk DPC PAPPRI.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal besar memperkuat organisasi hingga tingkat daerah.
Ketua DPD PAPPRI NTB, Hj.
Maskahyangan, menambahkan organisasinya akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan pelaku seni. Melalui sinergi tersebut, PAPPRI NTB diharapkan semakin berperan melahirkan regulasi yang melindungi hak cipta, mengembangkan talenta muda, serta memperkuat industri musik dan ekonomi kreatif NTB secara berkelanjutan.
“Langkah ini diharapkan memperkuat posisi NTB sebagai pusat pertumbuhan industri musik berbasis budaya, sekaligus membuka peluang investasi kreatif, memperluas pasar karya musisi, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku seni.”


Komentar