Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Mandalika Wajib Sejahterakan Warga, Bukan Segelintir

Mandalika Wajib Sejahterakan Warga, Bukan Segelintir

pemberdayaan, bantuan sosial (Foto: LT)
pemberdayaan, bantuan sosial (Foto: LT)

Lombok Tengah, Radardemokrasi.com – Pembangunan Mandalika Wajib membawa manfaat bagi seluruh masyarakat kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi NTB.

Mandalika Wajib menjadi semangat yang terus didorong agar pertumbuhan kawasan pariwisata tidak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi warga desa.

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, saat meninjau Desa Pandan Indah, Desa Mangkung, dan Desa Sengkol di Kabupaten Lombok Tengah, Selasa 28 Juni 2026.

Pemerintah mengusung prinsip no one left behind sebagai pijakan utama agar tidak ada masyarakat yang tertinggal dari laju pembangunan kawasan selatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Desa Berdaya Transformatif dengan alokasi hampir 3 miliar. Dana itu menyasar sekitar 350 kepala keluarga di Desa Mangkung dan Desa Sengkol dalam bentuk bantuan modal usaha produktif, mulai dari perdagangan, pengolahan pangan hingga peternakan unggas. Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus membuka lapangan usaha baru.

Trenggiling Bright Gas Percepat Desa Berdaya NTB

Selain penguatan ekonomi, pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa paket sembako, perlengkapan tidur, dan pakaian kepada warga penerima manfaat. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah selatan NTB.

Di Desa Sengkol, dukungan pembangunan diperkuat melalui dana CSR Bank NTB Syariah sebesar 100 juta untuk masjid, 400 juta bagi revitalisasi Pasar Tradisional Sengkol, serta 300 juta untuk pengembangan budidaya ayam petelur yang dikelola Kelompok Wanita Tani.

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi kekeringan melalui asesmen pembangunan sumur bor bersama BNPB di Lombok Selatan dan Sumbawa Selatan. Distribusi air bersih akan diperkuat menggunakan armada tangki dari Dinas Sosial, BPBD, dan Biro Umum.

Di sektor infrastruktur, percepatan perbaikan check dam, rencana peninggian jembatan lama, rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan target minimal enam unit setiap pekan, revitalisasi Pasar Kuta, hingga penguatan layanan RS Mandalika menjadi bagian dari agenda prioritas.

“Komitmen ini bukan sekadar slogan. Setiap desa harus punya kesempatan berkembang, setiap keluarga berpeluang bangkit, dan setiap warga merasakan manfaat pembangunan secara adil,” tegas Gubernur.

PM-AAS Digeber, Bima Pacu Swasembada Pangan Nasional

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *