Mataram, Radardemokrasi.com – RSUD NTB Naik Kelas, Bypass STA-MCA Resmi Dimulai! RSUD Provinsi NTB memulai program proctorship sekaligus melakukan tindakan perdana bypass STA-MCA, layanan bedah saraf berkompleksitas tinggi.
Capaian ini menempatkan NTB sebagai provinsi ke-11 di Indonesia yang mampu menyediakan layanan tersebut.
Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes, menyebut capaian itu sebagai langkah penting pemerataan layanan kesehatan.
Dari 38 provinsi, 11 provinsi memberikan layanan bypass STA-MCA.
“Kalau ini berkelanjutan dan rumah sakit sudah mandiri, berarti sudah setara dengan rumah sakit pengampu,” ujar Obrin di Mataram, Jumat (11/9).
Menurut dia, pengembangan layanan stroke menjadi agenda penting karena penyakit tersebut memiliki jumlah penderita tinggi, angka kematian besar, serta beban pembiayaan yang signifikan.
Pemerintah ingin layanan prioritas tidak terus menumpuk di Jawa dan Sumatera.
Target nasionalnya jelas: setiap provinsi minimal memiliki satu rumah sakit pemerintah yang mampu memberikan layanan prioritas, termasuk stroke tingkat lanjut. Namun, kemampuan RSUD NTB dinilai telah melampaui target awal pengampuan.
“Target RSUD NTB sebenarnya hanya sampai layanan utama. Hari ini RSUD NTB bisa mengejar gap layanan dan mencapai layanan tingkat paripurna,” kata Obrin.
Kemenkes juga berkomitmen mendukung penguatan sarana dan prasarana, termasuk rencana pengadaan mikroskop serta perangkat microsurgery. Jejaring rujukan turut didorong agar kasus yang dapat ditangani kabupaten/kota diselesaikan di daerah, sedangkan kasus kompleks dirujuk ke RSUD Provinsi NTB.
“Tidak perlu menyeberang ke Bali, tidak perlu ke Makassar. Cukup di ibu kota provinsi,” tegas Obrin.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang hadir mewakili Pemprov menyambut positif layanan tersebut. Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan penanganan stroke kompleks kini berpeluang memperoleh pelayanan tanpa membawa keluarga pasien jauh keluar daerah.
Ia menilai proctorship penting untuk membangun kapasitas dan kepercayaan diri tenaga medis. Program itu, katanya, bukan sekadar memberikan ikan, tetapi mengajarkan cara menangkap ikan.
Pemprov NTB menargetkan RSUD Provinsi NTB berkembang bukan hanya sebagai rumah sakit rujukan, melainkan pusat pembelajaran dan rujukan bagi daerah lain.
Bagi NTB, bypass STA-MCA bukan sekadar tindakan medis perdana. Ia menjadi penanda bahwa layanan kesehatan daerah mulai naik kelas: semakin kompleks, semakin dekat, dan semakin berani mandiri.


Komentar