Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Sumbawa Kejar Bebas Stunting, Wabup Dorong GENTING

Sumbawa Kejar Bebas Stunting, Wabup Dorong GENTING

Sosialisasi & Gerakan Orang Tua Asuh (Foto: SB)
Sosialisasi & Gerakan Orang Tua Asuh (Foto: SB)

Sumbawa, Radardemokrasi.com – Sumbawa Kejar Bebas Stunting, Wabup Dorong GENTING. Kalimat itu menjadi pesan utama Wakil Bupati Sumbawa sekaligus Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat membuka Sosialisasi dan Koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis, 27 Agustus 2026. Sejumlah unsur hadir, mulai dari Forkopimda, kepala OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, hingga undangan terkait.

Ansori menegaskan, penurunan stunting tidak boleh berhenti pada program seremonial. Kebijakan harus berorientasi pada perlindungan dan peningkatan kualitas generasi masa depan, dengan langkah yang serius, terukur, serta berkelanjutan.

Ia meminta pelaksanaan GENTING terus dipantau dan dievaluasi.

Menurut dia, keberhasilan program harus dilihat dari manfaat nyata yang diterima keluarga sasaran, bukan semata dari jumlah kegiatan atau bantuan yang disalurkan.

Bupati H. Jarot Lantik 17 Kepala Puskesmas Sumbawa

Pencegahan stunting, kata Ansori, juga tidak cukup mengandalkan pemberian makanan tambahan seperti telur dan susu. Intervensi perlu dilakukan sejak masa pranikah, kehamilan, menyusui, hingga masa pertumbuhan balita.

“Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak,” tegasnya.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si., Apt., M.Si., menyampaikan bahwa persoalan stunting masih membutuhkan perhatian serius. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting Sumbawa mencapai 29,8 persen, meningkat dari 24,7 persen pada 2023.

Di tengah angka tersebut, terdapat capaian positif. Program GENTING mencatat realisasi pemberian bantuan nutrisi dan edukasi sebesar 151,40 persen, menempatkan Sumbawa sebagai salah satu daerah dengan capaian tertinggi di NTB.

Program yang diluncurkan pada 2025 itu membuka ruang kolaborasi pemerintah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat, perorangan, media, dan masyarakat.

Bupati Lotim Soroti Beban BPJS dan Mutu Layanan RS

Orang tua asuh dapat memberikan dukungan nutrisi maupun nonnutrisi kepada keluarga berisiko stunting. Sasaran utamanya mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta anak di bawah dua tahun.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk membangun sumber daya manusia Sumbawa yang sehat, unggul, produktif, dan berdaya saing.

Tantangannya kini bukan sekadar menjaga angka capaian, tetapi memastikan intervensi benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Pemerintah daerah dituntut menjaga koordinasi lintas sektor, memperkuat edukasi, dan memastikan pemantauan berjalan konsisten. Dengan kerja bersama, GENTING diharapkan tidak menjadi program sesaat, melainkan gerakan sosial yang terus hidup di tengah masyarakat Sumbawa setiap hari.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *