Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Genting Lombok Timur: Stunting Diburu, Kader Diperkuat

Genting Lombok Timur: Stunting Diburu, Kader Diperkuat

Lotim Buru Stunting (Foto: LT)
Lotim Buru Stunting (Foto: LT)

Lombok Timur, Radardemokrasi.com – Stunting Diburu, Kader Diperkuat. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali mengencangkan langkah menekan angka stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting 2026.

Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi pembagian wilayah binaan Genting 2026 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Selasa, 1 September 2026. Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya meminta program tidak berhenti sebagai agenda rapat dan tumpukan dokumen.

Menurut Edwin, sistem kerja harus dibuat jelas sejak awal. Setiap wilayah perlu memiliki penanggung jawab atau PIC yang memahami tugas, sasaran, serta bentuk intervensi yang harus dilakukan. Dengan pembagian tersebut, penanganan keluarga berisiko stunting diharapkan tidak berjalan tanpa arah.

Kader juga menjadi bagian penting dalam skema tersebut. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kapasitas kader agar mereka mampu mengenali persoalan keluarga sasaran sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai kebutuhan.

Intervensi Genting tidak semata-mata berbicara tentang makanan tambahan. Pemerintah menyusun pendekatan yang lebih lebar: bantuan nutrisi, akses air bersih, jamban sehat, rumah layak huni, edukasi, hingga pendampingan keluarga yang masuk kategori berisiko stunting.

RSUD Baru Kota Bima Bersiap Buka Layanan, Wali Kota Turun Memimpin

Di atas kertas, daftar intervensi itu terdengar lengkap. Tantangannya justru berada di lapangan: memastikan bantuan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan, bukan sekadar selesai dalam laporan kegiatan.

Karena itu, sinergi lintas organisasi perangkat daerah dan unsur terkait menjadi kunci. Masing-masing pihak dituntut tidak bekerja sendiri-sendiri. Wilayah binaan harus memiliki pengelolaan yang terukur, sementara PIC dan kader menjadi mata serta tangan pemerintah di tingkat keluarga.

Edwin menekankan semangat gotong royong dalam menjalankan Genting 2026. Pemerintah daerah ingin persoalan stunting ditangani dengan kerja bersama, bukan dibebankan kepada satu OPD atau kelompok tertentu.

Program tersebut pada akhirnya akan diuji bukan oleh banyaknya rapat koordinasi, tetapi oleh perubahan kondisi keluarga sasaran. Sebab stunting tidak tumbuh di ruang rapat. Ia berkaitan dengan makanan, sanitasi, tempat tinggal, pengetahuan, ekonomi, dan pola pengasuhan.

Di titik itulah Genting Lombok Timur ditantang: apakah pembagian wilayah, penguatan kader, dan deretan intervensi mampu berubah menjadi kerja nyata di depan pintu rumah keluarga berisiko.

Sumbawa Kejar Bebas Stunting, Wabup Dorong GENTING

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *