Uncategorized
Beranda / Uncategorized / Miq Iqbal Perkuat Posyandu, Kader Jadi Ujung Tombak NTB

Miq Iqbal Perkuat Posyandu, Kader Jadi Ujung Tombak NTB

Gubernur NTB (Foto: MT)
Gubernur NTB (Foto: MT)

Mataram, Radardemokrasi.com – Miq Iqbal Perkuat Posyandu, Kader Jadi Ujung Tombak NTB. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memilih memperkuat pelayanan dari titik paling dekat dengan masyarakat: Posyandu.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal bersama Ketua TP PKK NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal turun langsung menemui kader Posyandu Wana Tirta, Desa Sesaot, Lombok Barat, Selasa, 1 September 2026.

Kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Di balik meja pelayanan Posyandu, ada kader yang bertahun-tahun bekerja tanpa banyak sorotan. Bahkan, sejumlah kader disebut telah mengabdi hingga 43 tahun.

Miq Iqbal menempatkan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar. Sebab, sebelum persoalan kesehatan berlari ke fasilitas kesehatan, Posyandu kerap menjadi pintu pertama tempat keluarga memperoleh pelayanan dan informasi.

Karena itu, penguatan tidak berhenti pada pujian. Pemprov NTB menyiapkan sejumlah langkah agar Posyandu memiliki perangkat, kemampuan, dan sistem kerja yang lebih memadai.

Salah satunya melalui pemenuhan fasilitas. Bantuan Posyandu Kit, termasuk alat ukur berat dan tinggi badan, akan disalurkan secara bertahap. Peralatan yang rusak ditargetkan diganti agar pencatatan pertumbuhan anak tidak berubah menjadi sekadar angka di atas kertas.

Kader juga akan mendapat peningkatan kapasitas melalui pelatihan mengenai enam Standar Pelayanan Minimal atau SPM.

Pengetahuan kader dianggap penting karena kualitas pelayanan di lapangan bergantung pada kemampuan mereka membaca kebutuhan masyarakat.

Soal kesejahteraan pun mulai disentuh. Dukungan operasional bagi kader direncanakan terintegrasi dalam Program Desa Berdaya Transformatif yang akan dimulai pada 2027.

Di sisi lain, TP PKK NTB sedang menyiapkan sistem pendataan digital untuk memetakan kondisi sarana Posyandu. Data itu diharapkan menjadi dasar penyaluran bantuan agar tidak lagi berjalan berdasarkan perkiraan, melainkan kebutuhan nyata di lapangan.

Pesannya sederhana: Posyandu tidak boleh hanya ramai ketika ada penimbangan atau kunjungan pejabat. Ia harus menjadi simpul pelayanan yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan kader sebagai ujung tombak, penguatan Posyandu berarti memperkuat pertahanan pertama kesehatan keluarga NTB. Dan para kader yang puluhan tahun mengabdi kini menunggu satu hal: bukan sekadar tepuk tangan, tetapi dukungan yang benar-benar sampai ke meja pelayanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *