Daerah
Beranda / Daerah / JKSN NTB Perkuat Kiai Santri, NTB Maju-Mendunia!

JKSN NTB Perkuat Kiai Santri, NTB Maju-Mendunia!

Pelantikan Jaringan Kiai NTB (Foto: MT)
Pelantikan Jaringan Kiai NTB (Foto: MT)

Mataram, Radardemokrasi.com – JKSN NTB Perkuat Kiai Santri bukan sekadar slogan organisasi. Pesan itu mengemuka ketika Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Nusa Tenggara Barat melantik pengurus wilayah periode 2026–2031 di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis, 13 Agustus 2026.

Pelantikan dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat JKSN Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, para tuan guru, tokoh agama, jajaran pengurus wilayah, serta organisasi keagamaan di NTB. Kepengurusan baru dipimpin TGH Mujiburrahman sebagai ketua umum, H. Zulkifli sebagai sekretaris, dan TGH Ma’arif Ma’mum Diranse sebagai ketua dewan pembina.

Mereka membawa pekerjaan yang tak ringan: membuat jejaring kiai, pesantren, dan santri tidak berhenti pada seremoni. Pendidikan keagamaan, penguatan sumber daya manusia, moderasi beragama, serta pengamalan nilai Ahlussunnah wal Jamaah menjadi agenda yang diharapkan punya dampak nyata.

TGH Mujiburrahman, yang juga Wakil Wali Kota Mataram, mengatakan JKSN memiliki posisi strategis karena kiai dan santri merupakan kekuatan moral, intelektual, sekaligus sosial masyarakat. Ia menyebut organisasi itu bukan sekadar struktur kepengurusan, melainkan wadah pengabdian.

Menurut dia, tradisi ketulusan dan keikhlasan yang hidup di kalangan kiai dan santri harus diterjemahkan menjadi kerja sosial yang terasa manfaatnya. Karena itu, kepengurusan baru diminta bergerak di tengah masyarakat dan menghadirkan program yang menjawab kebutuhan umat.

DPRD Sumbawa Sahkan Sembilan Ranperda, Satu Tunda

Kini, tantangannya adalah membuktikan bahwa jaringan keagamaan mampu melahirkan kerja publik yang terukur dan berkelanjutan.

JKSN NTB Perkuat Kiai Santri juga mengandung tuntutan agar pesantren tidak ditempatkan sebagai penonton pembangunan.

Kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan elemen warga dinilai penting untuk memperluas kontribusi pesantren.

Di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang bergerak cepat, jejaring tersebut ditantang menjaga akar budaya sekaligus membuka jalan bagi generasi muda. Santri tidak cukup hanya kuat dalam pengetahuan agama, tetapi juga perlu memiliki kapasitas intelektual, sosial, dan keterampilan menghadapi persaingan.

Pelantikan ini dengan demikian menjadi awal kerja, bukan garis akhir. Kepengurusan hingga 2031 akan diuji oleh kemampuan mengubah jejaring menjadi program, gagasan menjadi tindakan, dan nilai keagamaan menjadi energi pembangunan.

Karhutla NTB Mengintai, Sembalun Jadi Alarm Siaga!

Target NTB yang maju, religius, berdaya, dan mendunia membutuhkan kolaborasi yang tidak berhenti pada pidato. Di titik itulah JKSN NTB Perkuat Kiai Santri menemukan ukuran sebenarnya: seberapa jauh kiai, pesantren, dan santri mampu hadir sebagai kekuatan yang bekerja untuk masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *