Dompu, Radardemokdasi.com – Honor P2SP PAUD Ambi menjadi sorotan setelah muncul informasi dari sumber yang enggan disebutkan namanya bahwa honorarium panitia pembangunan revitalisasi PAUD Ambi sejak Juli hingga September belum diterima secara penuh.
Informasi tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari Bendahara P2SP sekaligus penanggung jawab keuangan kegiatan pembangunan PAUD Ambi, Nurrahmania, M.Pd. Ia menyebut pembayaran honorarium panitia sudah dan sedang dilakukan secara bertahap.
Menurut Nurrahmania, pembayaran menyesuaikan mekanisme pencairan dana serta operasional kegiatan yang berjalan.
Karena itu, ia menegaskan tidak tepat jika disebut panitia sama sekali belum menerima honor sejak menerima Surat Keputusan (SK).
“Penerbitan SK tidak serta-merta berarti dana langsung dapat dicairkan, karena terdapat mekanisme dan tahapan administrasi yang harus dilalui,” demikian penjelasan Nurrahmania.
Ia juga menjelaskan, panitia mulai melaksanakan tugas secara efektif pada 19 Agustus, bersamaan dengan dimulainya kegiatan pembangunan di lapangan.
P2SP sendiri terdiri atas lima orang pengurus. Strukturnya meliputi penanggung jawab kegiatan, ketua, sekretaris/logistik, bendahara, dan kepala pelaksana.
Kelima unsur tersebut memiliki pembagian tugas dalam mendukung pelaksanaan pembangunan, termasuk aspek administrasi, logistik, keuangan, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Di sisi pembangunan, Nurrahmania menyebut progres fisik PAUD Ambi saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 60 persen pekerjaan yang harus diselesaikan.
Ia memastikan hak dan honorarium panitia tetap menjadi perhatian dan akan dituntaskan sesuai mekanisme yang berlaku seiring penyelesaian seluruh pekerjaan pembangunan.
Keterangan itu sekaligus menjadi jawaban atas informasi awal yang diterima wartawan dari sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber tersebut sebelumnya menyoroti belum diterimanya honor panitia sejak kegiatan berjalan.
Namun, persoalan honorarium kini memiliki dua keterangan. Satu pihak menyampaikan adanya persoalan pembayaran yang belum tuntas. Di pihak lain, bendahara kegiatan menjelaskan bahwa pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai tahapan pencairan dan pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, Nurhidayati, S.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan pembangunan, belum dapat dimintai keterangan. Upaya menghubungi yang bersangkutan belum memperoleh respons.
Nurrahmania juga belum memberikan nomor kontak pribadi Nurhidayati ketika dimintai bantuan wartawan. Alasannya, pemberian nomor telepon pribadi memerlukan persetujuan dari yang bersangkutan.
“Jika yang bersangkutan berkenan, nomor tersebut akan kami sampaikan. Namun apabila tidak berkenan, kami siap membantu menyampaikan pertanyaan atau konfirmasi dari rekan media kepada penanggung jawab kegiatan,” ujar Nurrahmania.
Dengan demikian, polemik Honor P2SP PAUD Ambi belum berhenti pada soal berapa rupiah yang diterima panitia. Ada mekanisme pencairan, ada pekerjaan yang sedang berjalan, dan ada hak panitia yang menurut bendahara tetap akan dituntaskan.
Di lapangan, bangunan terus tumbuh. Di meja administrasi, rupiah masih menunggu tahapannya. Yang penting, semua pihak berharap pekerjaan selesai dan hak orang-orang yang bekerja di belakangnya tidak ikut tertinggal.


Komentar