Sumbawa, Radardemokrasi.com – Hening di TMP Labuhan Badas terasa kuat ketika Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menghadiri Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kecamatan Labuhan Badas, pada malam 17 Agustus.
Kehadiran Bupati tidak berdiri sendiri. Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), personel Kodim 1607 Sumbawa, Kompi B, Kepolisian, Brimob, serta Satpol PP turut mengikuti prosesi tersebut.
Di bawah cahaya obor, suasana berubah menjadi khidmat. Tidak ada panggung kemeriahan. Yang hadir justru keheningan, doa, dan penghormatan kepada mereka yang telah mewariskan kemerdekaan melalui perjuangan panjang.
Apel dipimpin Dandim 1607 Sumbawa Letkol Kav Basofi Cahyowibowo, S.T. sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kapten Arh Deddy Biantor dari Kodim 1607 Sumbawa.
Malam Renungan Suci bukan sekadar agenda seremonial yang berulang setiap menjelang 17 Agustus. Di tempat seperti TMP, sejarah dipaksa kembali berbicara. Setiap nama yang terpatri di pusara menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak lahir dari ruang yang nyaman.
Para peserta larut dalam suasana hening ketika doa dibacakan. Penghormatan diberikan kepada arwah para pahlawan kusuma bangsa yang gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Pesan paling kuat dari ritual tersebut justru tidak disampaikan lewat pidato panjang. Ia hadir melalui diam. Bahwa generasi hari ini menikmati kebebasan karena ada generasi sebelumnya yang membayar mahal dengan tenaga, air mata, bahkan nyawa.
Bagi Sumbawa, penghormatan di TMP Labuhan Badas juga menjadi momentum untuk melihat kembali arti kemerdekaan dalam kehidupan daerah. Kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada upacara, bendera, dan seremoni tahunan.
Nilainya perlu diterjemahkan dalam kerja pemerintahan, pelayanan publik, pembangunan, serta keberpihakan kepada masyarakat.
Malam itu, cahaya obor menerangi pusara para pejuang. Selebihnya, keheningan menjadi bahasa paling sederhana untuk menyampaikan terima kasih. Dari TMP Labuhan Badas, pesan itu kembali ditegaskan: kemerdekaan memiliki harga, dan generasi sekarang berkewajiban menjaga warisan tersebut.


Komentar