Dompu, Radardemokrasi.com – Video Panas RZ: Jabatan Kepsek, Nama JM Terseret!! Perkara kursi kepala sekolah di Kabupaten Dompu mendadak seperti panggung yang lampunya dinyalakan terlalu terang.
Pada Kamis, 10 September 2026, RZ mengunggah video percakapan berdurasi lebih dari lima menit yang disebutnya sebagai bagian dari penelusuran dugaan jual beli jabatan kepala sekolah SD dan SMP.
Dalam video itu, RZ terlihat berbincang dengan dua orang yang disebut diduga oknum guru.
Percakapan kemudian menyerempet nama JM, yang disebut sebagai salah satu kader Partai yang dipimpin Bupati Dompu Bambang Firdaus.
Nama JM muncul dalam narasi video terkait dugaan transaksi untuk memperoleh jabatan kepala sekolah. Seorang oknum ibu guru juga disebut, namun wajahnya tidak ditampilkan. Karena video tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya transaksi, seluruh isi percakapan masih membutuhkan verifikasi dari pihak-pihak yang disebut.
Bagian lain yang membuat cerita ini semakin panas adalah penyebutan adanya percakapan di kantor Dinas Dikpora. Belum terang apakah pertemuan itu telah dijanjikan sebelumnya atau sekadar perjumpaan biasa. Namun bila dugaan dalam video benar, kantor yang semestinya menjadi rumah administrasi pendidikan bisa dipersepsikan publik sebagai tempat yang menjual kursi jabatan.
Di sinilah persoalannya menjadi lebih serius. Jabatan kepala sekolah bukan kursi plastik yang bisa dipindahkan setelah tawar-menawar selesai. Ia menyangkut mutu sekolah, guru, murid, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Untuk menguji isi video tersebut, wartawan media ini menghubungi JM melalui WhatsApp. Jawabannya pendek, tetapi cukup keras.
“Tapi itu hoax, nda benar.” tulis JM.
JM juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang menurutnya telah mencemarkan nama baiknya.
“Saya akan laporkan mereka ke APH setelah saya kembali dari Mataram tanggal 15 September,” katanya.
Dalam pesan lanjutan, JM menyebut bahwa RZ telah melakukan video call dengannya dan meminta maaf.
Namun, menurut JM, kemungkinan laporan tetap dipertimbangkan karena perkara tersebut menyangkut harga diri dan nama baik.
Kini publik tinggal menunggu: apakah video itu sekadar percakapan yang dipanaskan oleh potongan narasi, atau pintu masuk menuju pembuktian yang lebih besar?
Sebab dalam urusan jabatan, yang paling berbahaya bukan hanya uang yang berpindah tangan. Kadang-kadang, yang lebih mahal adalah kepercayaan publik yang keburu dijual murah.


Komentar