Daerah
Beranda / Daerah / 662 Kecelakaan Mengintai NTB, Malam Hari Paling Mematikan

662 Kecelakaan Mengintai NTB, Malam Hari Paling Mematikan

Jasa Raharja NTB (Foto: MT)
Jasa Raharja NTB (Foto: MT)

Mataram, Radardemokrasi.com – Kecelakaan NTB kembali menjadi perhatian. Jasa Raharja NTB bersama Pemprov NTB memetakan titik rawan dan fatalitas kecelakaan hingga Agustus 2026. Data itu menunjukkan ada wilayah dan waktu tertentu yang menyimpan risiko lebih besar bagi pengguna jalan.

Data itu dipaparkan Jasa Raharja Kantor Wilayah NTB dalam audiensi bersama Pemerintah Provinsi NTB di Ruang Rapat Sekretaris Daerah NTB, Selasa, 8 September 2026. Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja NTB Soleh memimpin pemaparan tersebut.

Sejumlah wilayah muncul sebagai titik yang perlu mendapat perhatian. Pada tingkat kecamatan, Cakranegara dan Selaparang di Kota Mataram, Narmada di Lombok Barat, serta Pujut di Lombok Tengah tercatat memiliki kejadian kecelakaan cukup tinggi.

Ada paradoks dalam waktu kejadian. Kecelakaan paling banyak berlangsung antara pukul 12.00 hingga 18.00 WITA, dengan 662 kejadian. Namun ketika ukuran bergeser dari jumlah kejadian menuju fatalitas kecelakaan, malam hari justru menyimpan risiko lebih besar.

Mobilitas siang yang padat menjadi salah satu pemicu tingginya kejadian. Malam hari berbeda cerita. Jumlah kecelakaan lebih sedikit, tetapi peluang korban meninggal lebih tinggi.

Kompak dan Bersinergi, Kunci PKK Sumbawa Jalankan 10 Program

Jenis kecelakaan tunggal menjadi yang paling dominan. Berikutnya kecelakaan depan-depan dan depan-samping. Pejalan kaki juga masuk kelompok yang perlu diwaspadai, termasuk warga lanjut usia yang beraktivitas pada sore hari.

Korban laki-laki mendominasi dengan proporsi sekitar 70 persen. Kelompok usia 18–24 tahun menjadi yang terbanyak. Mereka berada pada usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa, sehingga kecelakaan bukan hanya perkara keselamatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia.

Dari domisili, korban terbanyak berasal dari Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Pola ini memberi gambaran tentang tingginya mobilitas warga antardaerah.

Batu Kliang juga mencatat angka fatalitas sekitar 24 persen, salah satu yang tertinggi setelah Narmada.

Pemprov NTB menyambut pemetaan itu sebagai bahan menyusun kebijakan keselamatan berbasis data. Sekda NTB menegaskan keselamatan jalan bukan pekerjaan satu instansi.

NTB Kirim 80 Kafilah, Iqbal Titip Marwah Al-Qur’an

Data Jasa Raharja diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat edukasi, pengawasan titik rawan, dan disiplin pengguna jalan. Sebab, jalan yang semakin ramai semestinya tidak sekaligus menjadi semakin berbahaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *