Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Kemarau Mengering, Sawah Baru Jadi Harapan Dompu

Kemarau Mengering, Sawah Baru Jadi Harapan Dompu

Kekeringan di beberapa titik (Foto: TR)
Kekeringan di beberapa titik (Foto: TR)

Dompu, Radardemokrasi.com Program cetak sawah baru di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu harapan untuk memperluas lahan pertanian produktif di tengah tekanan musim kemarau. Pada 2026, Dompu mendapat alokasi 1.090 hektare dari total 1.200 hektare yang diusulkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., menyampaikan informasi tersebut belum lama ini. Alokasi itu diharapkan dapat mendukung pengembangan lahan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Namun, perluasan lahan pertanian menghadapi tantangan serius. Puncak musim kemarau yang melanda Dompu berdampak terhadap aktivitas petani, terutama pada lahan tadah hujan dan tegalan yang sangat bergantung pada curah hujan.

Minimnya pasokan air menyebabkan sejumlah lahan nyaris tidak berproduksi. Bahkan, sebagian petani jagung dan palawija dilaporkan mengalami gagal panen akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Syahrul mengatakan, kondisi tersebut memaksa petani menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan sistem tanam mundur agar kegiatan pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada jadwal tanam sebelumnya.

Dompu Dapat 1.090 Hektare Sawah Baru 2026

Persoalan air juga diperparah oleh terbatasnya sarana sumber air yang masih berfungsi. Dari 30 titik sumur bor dalam yang dibangun melalui bantuan pemerintah pusat pada 2016, hanya tujuh titik yang masih dapat dioperasikan.

“Sumur bor tersebut tersebar di Kecamatan Manggelewa dan Pajo,” kata Syahrul, Rabu, 14 Oktober 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu tantangan penting bagi keberlanjutan pertanian di Dompu. Tanpa dukungan sumber air yang memadai, petani di lahan tadah hujan dan tegalan akan terus menghadapi risiko penurunan produksi ketika kemarau berlangsung.

Cetak Sawah Baru Perlu Dukungan Air

Alokasi cetak sawah baru seluas 1.090 hektare membuka peluang penambahan lahan pertanian di Dompu. Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh luas lahan yang disiapkan, melainkan juga kesiapan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian.

Tunisia Jajaki Investasi, NTB Siapkan NTB Capital

Lahan baru yang dikembangkan perlu didukung perencanaan teknis, jaringan irigasi atau sumber air yang sesuai, serta pendampingan kepada petani. Dengan demikian, perluasan lahan tidak berhenti pada pembukaan sawah, tetapi dapat berlanjut menjadi kegiatan produksi yang berkelanjutan.

Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat juga perlu memperhatikan kondisi sarana air yang sudah dibangun sebelumnya. Berfungsinya kembali sumur bor yang tidak lagi beroperasi, setelah melalui pemeriksaan teknis, berpotensi membantu petani menghadapi musim kemarau.

Di tengah ancaman gagal panen dan keterbatasan air, program cetak sawah baru diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian Dompu. Tantangannya adalah memastikan penambahan lahan berjalan seiring dengan kesiapan sumber air dan kebutuhan riil petani.

Sebab, memperluas sawah tanpa memperhitungkan ketersediaan air berisiko menyisakan persoalan yang sama: lahan bertambah, tetapi produksi tetap bergantung pada hujan.

KPDBU NTB: Duit APBD Tipis, Infrastruktur Tak Boleh Mandek

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *