Dompu, Radardemokrasi.com – Jumat Imtaq menjadi ruang pembinaan spiritual bagi siswa untuk memperkuat keimanan dan akhlak di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual perlu berjalan seiring dengan kecerdasan spiritual agar anak tumbuh dengan pengetahuan sekaligus pegangan moral.
Pesan tersebut menjadi pengingat dalam rutinitas Jumat Imtaq bersama. Kegiatan keagamaan ini diarahkan untuk membiasakan siswa mendekatkan diri kepada Tuhan, memahami nilai-nilai kebaikan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Empat guru tercatat sebagai pembina Imtaq kali ini, yakni Kahrudin, S.Pd., guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Sinta Dewi, S.Pd., Eka Prawati, S.Pd., serta Salama Rusdiana, S.Pd. Kehadiran para pendidik tersebut menjadi bagian dari upaya membangun suasana pembelajaran yang turut memperhatikan perkembangan karakter peserta didik.
Pendidikan di sekolah tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Siswa juga perlu dibimbing agar mampu membedakan perilaku baik dan buruk, menghormati orang lain, menjaga sikap, serta bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Melalui kegiatan Imtaq, pesan keagamaan diharapkan tidak berhenti sebagai nasihat yang didengar setiap Jumat. Nilai-nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan nyata, mulai dari kedisiplinan, kejujuran, kepedulian terhadap teman, hingga penghormatan kepada guru dan orang tua.
Pembinaan spiritual sejak usia sekolah juga memberi ruang bagi siswa untuk mengenal pentingnya keseimbangan hidup. Pengetahuan membantu mereka memahami dunia, sedangkan iman dan akhlak menjadi pedoman dalam menggunakan pengetahuan secara bertanggung jawab.
Peran guru menjadi penting dalam proses tersebut. Selain menyampaikan materi pelajaran, guru dapat memberikan teladan melalui perilaku, tutur kata, dan cara memperlakukan siswa. Keteladanan yang konsisten akan membantu pesan moral lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Rutinitas Jumat Imtaq diharapkan menjadi bagian dari budaya sekolah yang terus berkembang. Keberhasilannya bukan semata diukur dari terlaksananya kegiatan mingguan, melainkan dari perubahan sikap yang tumbuh dalam keseharian peserta didik.
Kegiatan Jumat Imtaq menjadi ruang bagi siswa untuk sejenak mendalami nilai-nilai agama di tengah rutinitas belajar mereka.


Komentar