Dompu, Radarddmokrasi.com – Kegiatan Imtaq dan makan pisang bersama mewarnai Jumat pagi di SDN Satu Kilo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Siswa dan guru mengikuti kegiatan keagamaan, kemudian menikmati pisang yang dipetik dari hasil kebun sekolah.
Suasana kebersamaan itu menghadirkan pengalaman sederhana bagi siswa. Pisang yang disantap bukan sekadar makanan ringan, melainkan hasil kebun yang tumbuh di lingkungan sekolah sendiri. Dari kegiatan ini, siswa dapat melihat bahwa lingkungan sekolah juga bisa menjadi sumber pembelajaran di luar ruang kelas.
Kegiatan Jumat tersebut memadukan pembinaan rohani dengan kebiasaan berbagi. Setelah menyelesaikan Imtaq, siswa dan guru duduk bersama menikmati hasil kebun. Tidak ada yang rumit dalam kegiatan itu, tetapi ada nilai kebersamaan yang tumbuh melalui aktivitas sederhana.
Imtaq dan pisang kebun sekolah menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak selalu berlangsung melalui penjelasan guru atau materi pelajaran. Anak-anak juga dapat belajar dari kegiatan nyata, mulai dari menghargai hasil tanaman hingga menikmati sesuatu bersama-sama.
Kebun sekolah memiliki potensi menjadi sarana belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Tanaman yang dirawat dan menghasilkan buah dapat memperkenalkan mereka pada proses tumbuh, kesabaran, serta pentingnya menjaga lingkungan. Ketika hasilnya dinikmati bersama, siswa juga memperoleh pengalaman tentang kebersamaan dan menghargai hasil usaha.
Informasi kegiatan tersebut turut mencantumkan nama Endang Sulastri dari Dinas Dikpora Kabupaten Dompu serta Nur Janah dari UPTD Dikpora Kecamatan Kilo. Kegiatan ini memperlihatkan suasana pembelajaran yang menghubungkan pembinaan keagamaan dengan pemanfaatan lingkungan sekolah.
Di tengah rutinitas belajar, kegiatan seperti ini memberi warna berbeda pada Jumat pagi. Siswa tidak hanya berkumpul untuk mengikuti Imtaq, tetapi juga merasakan hasil kebun yang tumbuh di sekitar mereka. Pengalaman tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Pisang yang dibagikan mungkin sederhana, tetapi proses di baliknya menyimpan pelajaran tersendiri. Ada tanah yang perlu dirawat, tanaman yang harus dijaga, dan buah yang akhirnya bisa dinikmati bersama. Dari kebun sekolah, anak-anak mendapat pengalaman bahwa sesuatu yang bermanfaat bisa tumbuh dari lingkungan yang mereka pelihara sendiri.


Komentar