Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Lagi dan Lagi, Pelajar Membolos Ditertibkan Satpol PP Loteng

Lagi dan Lagi, Pelajar Membolos Ditertibkan Satpol PP Loteng

Pelajar Membolos (Foto: LT)
Pelajar Membolos (Foto: LT)

Lombok Tengah, Radardemokrasi.com – Pelajar Membolos Satpol PP Loteng kembali menjadi perhatian setelah Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Tengah melakukan patroli ketenteraman dan ketertiban umum di sejumlah wilayah Praya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Patroli dimulai sekitar pukul 09.20 Wita dan dilaksanakan Pleton 2, dipimpin Danru Regu 3 Zaenul Hasan bersama PTI Ozi dan sejumlah anggota. Petugas menyisir kawasan yang dinilai rawan menjadi tempat pelajar berkeliaran saat jam sekolah.

Rute patroli mencakup kawasan SMPN 1 Praya, Tampar-ampar, hingga sejumlah ruas jalan protokol. Sekitar pukul 10.00 Wita, petugas menemukan beberapa pelajar berada di sekitar SMPN 1 Praya dan diduga membolos.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan yang disimpan di dalam jok kendaraan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat senjata tajam atau barang lain yang berpotensi membahayakan.

Alih-alih membawa persoalan itu ke ranah yang lebih jauh, petugas memberikan pembinaan kepada para pelajar. Mereka diminta kembali ke sekolah atau pulang ke rumah masing-masing.

PAUD Lombok Barat Dikebut, Sarana dan Guru Disorot

Langkah tersebut mengacu pada Instruksi Bupati Lombok Tengah Nomor 141 Tahun 2014 tentang Penegakan Disiplin PNS dan Pelajar di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Patroli berlanjut ke kawasan sekolah di Tampar-ampar. Di lokasi itu, petugas juga menertibkan poster, reklame, dan media sejenis yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan peraturan daerah.

Bagi Satpol PP, patroli bukan sekadar rutinitas menyusuri jalan. Kehadiran petugas menjadi pengingat bahwa jam belajar semestinya digunakan untuk berada di lingkungan pendidikan, bukan berkeliaran di luar sekolah.

Fenomena pelajar meninggalkan sekolah saat jam belajar juga menyisakan pekerjaan rumah bagi keluarga dan sekolah. Penertiban pemerintah dapat menjadi langkah awal, tetapi pembinaan berkelanjutan tetap membutuhkan keterlibatan orang tua dan tenaga pendidik.

Satpol PP Lombok Tengah menyatakan seluruh rangkaian patroli berjalan lancar tanpa kendala di lapangan. Namun, kejadian berulang semestinya menjadi alarm agar disiplin pelajar tidak berhenti pada penertiban sesaat.

Robotika Menyalakan Nalar 13 SMP/MTs Kota Bima

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *