ASSEN, Radardemokrasi.com – Pabrikan asal Italia, Ducati, menunjukkan keperkasaannya dalam Race 2 World Superbike (WSBK) seri Assen yang berlangsung Minggu (3/5/2026).
Empat pembalap Ducati berhasil finis di posisi terdepan, meninggalkan satu-satunya wakil Kawasaki di lima besar, sementara proyek ambisius Bimota harus menelan pil pahit.
Dominasi Ducati terlihat jelas sejak awal balapan. Keunggulan tenaga mesin Panigale V4R di lintasan lurus Sirkuit Assen membuat pabrikan lain kesulitan mengejar.
Hasil ini sekaligus memperkokoh posisi Ducati di puncak klasemen konstruktor musim 2026.
Di tengah kepungan warna merah Ducati, Kawasaki hanya mampu menempatkan satu pembalap di posisi lima besar.
Pembalap andalan “Geng Hijau” tersebut harus berjuang ekstra keras menahan gempuran akselerasi Ducati sepanjang lap terakhir.
Meskipun gagal meraih podium, performa tunggal Kawasaki ini dianggap sebagai penyelamat wajah pabrikan Jepang di tengah dominasi Eropa yang semakin kuat di ajang motor produksi massal paling bergengsi di dunia tersebut.
Hasil kontras justru dialami oleh Bimota. Pabrikan yang baru saja kembali ke lintasan balap dunia ini mengalami kegagalan total di Assen.
Kendala teknis dan masalah adaptasi perangkat elektronik membuat para pembalap Bimota tercecer di barisan belakang dan sebagian gagal finis.
“Ini adalah akhir pekan yang berat bagi kami. Kami harus mengevaluasi total sistem yang ada,” ungkap salah satu kru teknis Bimota yang dilansir dari Speedweek.
Kegagalan ini menjadi catatan merah bagi Bimota yang sebelumnya sempat dijagokan akan menjadi kuda hitam pada musim ini.


Komentar