Lombok Timur, Radardemokrasi.com – Sejumlah warga di Kabupaten Lombok Timur diduga menjadi korban Penipuan Dapur MBG yang menjanjikan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis. Para korban disebut mengeluarkan dana besar setelah diyakinkan bahwa lokasi pembangunan telah memperoleh persetujuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Satgas MBG Nusa Tenggara Barat, Fathul Gani, mengungkapkan pihaknya telah menerima sedikitnya tiga laporan dugaan Penipuan Dapur MBG. Modus yang digunakan pelaku ialah mengaku memiliki kedekatan dengan pegawai BGN sehingga mampu meloloskan usulan pembangunan dapur MBG di sejumlah titik.
Menurut Fathul, setelah dilakukan pemeriksaan, lokasi yang dijanjikan ternyata tidak tercantum dalam data maupun perencanaan resmi BGN. Kondisi itu membuat masyarakat yang telanjur membangun dapur harus menanggung kerugian dalam jumlah besar.
Salah satu bangunan dapur yang hampir rampung diperkirakan menelan biaya hingga 2 miliar.
Nilai tersebut belum termasuk pengadaan peralatan operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan program makan bergizi gratis. Dugaan Penipuan Dapur MBG ini diperkirakan menyebabkan total kerugian para korban mencapai miliaran rupiah.
Fathul menegaskan, hingga kini BGN masih menerapkan moratorium sehingga belum membuka pendaftaran pembangunan dapur MBG baru.
Karena itu, setiap proses pengajuan SPPG hanya dapat dilakukan melalui portal resmi BGN, mulai dari tahap pendaftaran, verifikasi administrasi, hingga penetapan lokasi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menawarkan jalur cepat atau mengklaim mampu meloloskan pembangunan dapur MBG di luar mekanisme resmi. Menurutnya, Penipuan Dapur MBG dapat dicegah apabila masyarakat memastikan seluruh informasi berasal dari kanal resmi pemerintah.
Satgas MBG NTB juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban Penipuan Dapur MBG segera melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Laporan itu dinilai penting untuk mengungkap pelaku sekaligus mencegah munculnya korban baru di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis.
Pihak berwenang diharapkan segera mengusut tuntas dugaan penipuan tersebut sehingga memberikan kepastian hukum, memulihkan kepercayaan masyarakat, serta mencegah kerugian serupa kembali terjadi.


Komentar