Bima, Radardemokrasi.com – BAPPEDA Bima Genjot langkah percepatan penyempurnaan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di seluruh perangkat daerah.
Upaya ini dilakukan melalui pendampingan teknis yang melibatkan Inspektorat Kabupaten Bima dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah guna memastikan seluruh rekomendasi hasil evaluasi segera ditindaklanjuti secara menyeluruh.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BAPPEDA Kabupaten Bima pada Jumat, 10 Juli 2026, menjadi momentum penting memperkuat tata kelola pemerintahan yang berbasis kinerja.
BAPPEDA Bima Genjot kualitas dokumen perencanaan agar tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen pengukuran keberhasilan pembangunan daerah.
Pendampingan difokuskan pada penyelarasan berbagai komponen utama penilaian SAKIP. Mulai dari Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja) Tahun 2026, Perjanjian Kinerja (PK), Laporan Kinerja, hingga kesesuaian seluruh dokumen dengan RPJMD Kabupaten Bima dan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI).
BAPPEDA Bima Genjot penyempurnaan setiap dokumen agar seluruh catatan evaluator dapat ditindaklanjuti secara tepat dan terukur.
Dalam forum tersebut, setiap perangkat daerah memperoleh pendampingan teknis secara langsung. Evaluasi tidak berhenti pada penilaian semata, melainkan diarahkan menjadi langkah konkret memperbaiki kualitas perencanaan, memperkuat akuntabilitas, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan.
BAPPEDA Bima Genjot budaya kerja yang berorientasi pada hasil sehingga setiap program memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai koordinator perencanaan pembangunan daerah, BAPPEDA Kabupaten Bima menegaskan komitmennya membangun sinergi dengan Inspektorat dan Bagian Organisasi Setda.
Kolaborasi itu diharapkan mampu memperkuat implementasi SAKIP secara menyeluruh di seluruh organisasi perangkat daerah. BAPPEDA Bima Genjot koordinasi lintas sektor agar kualitas tata kelola pemerintahan terus meningkat.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Bima tidak ingin berhenti pada rutinitas administratif.
Targetnya lebih besar, yakni menghadirkan birokrasi yang efektif, transparan, dan berorientasi pada hasil. Dengan penyempurnaan dokumen perencanaan yang berkelanjutan, BAPPEDA Bima Genjot upaya meningkatkan nilai SAKIP Pemerintah Kabupaten Bima sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan daerah.


Komentar