Mataram, Radardemokrasi.com -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meluncurkan Golden Ticket NTB sebagai strategi besar mempercepat transformasi pendidikan. Program yang diperkenalkan pada Gelar Karya SMK-SLB se-NTB di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/7), itu menjadi langkah nyata pemerintah mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan antarsekolah sekaligus memperkuat daya saing lulusan.
Melalui Golden Ticket NTB, tujuh kepala sekolah terbaik dipilih secara terbuka untuk memimpin sekolah yang masih membutuhkan percepatan peningkatan mutu.
Penugasan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan penghargaan atas kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang telah terbukti.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pendidikan menengah, khususnya SMK, harus meninggalkan pola lama.
Menurutnya, sekolah kejuruan wajib membangun keterkaitan erat dengan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan tidak lagi menjadi penyumbang angka pengangguran.
Lewat Golden Ticket NTB, kepala sekolah penerima mandat juga memperoleh insentif khusus dengan nilai lebih besar dari gaji pokok.
Mereka diberikan kewenangan memilih dua guru pendamping melalui skema Silver Ticket untuk menjalankan proyek perubahan di sekolah masing-masing. Pada bulan pertama, seluruh penerima program diwajibkan menyusun peta kebutuhan dan rencana transformasi sekolah yang didukung anggaran khusus dari pemerintah provinsi.
Selain itu, Pemprov NTB memperkenalkan Program SMK Mendunia. Program ini menghubungkan kurikulum dengan kebutuhan industri strategis, mulai dari mekanik alat berat, konstruksi, hingga pertambangan. Golden Ticket NTB diharapkan menjadi fondasi lahirnya sekolah yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah mengumumkan relaksasi penggunaan Dana BOS setelah memperoleh persetujuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Mulai September, guru honorer dan tenaga kependidikan PPPK paruh waktu akan menerima tambahan penghasilan minimal Rp500 ribu per bulan, disertai peluang tambahan honor sesuai kemampuan sekolah.
Transformasi pendidikan juga dipadukan dengan Gerakan TAPSI atau Tanam Cabai dan Pengendalian Inflasi. Setiap peserta didik baru SMA, SMK, dan SLB diwajibkan menanam satu pohon cabai sebagai bagian dari pendidikan karakter, ketahanan pangan, dan pengendalian inflasi daerah.
Perhatian terhadap pendidikan inklusif turut diperkuat. Pemerintah menyiapkan kendaraan operasional bagi setiap SLB agar anak penyandang disabilitas memperoleh akses pendidikan yang setara.
Sementara itu, Kepala Dinas Dikpora NTB, Syamsul Hadi, menyebut Golden Ticket NTB akan diperkuat melalui penyesuaian kurikulum, sekolah percontohan, serta kerja sama dengan Toyota Indonesia untuk membuka peluang kerja dan pendidikan lanjutan bagi lulusan SMK.


Komentar