Mataram, Radardemokrasi.com – Desa Ekspor NTB menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengantar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menembus pasar internasional. Program itu bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi pintu masuk bagi UMKM yang siap bersaing di pasar global dengan kualitas produk yang terjaga.
Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan peluang ekspor produk unggulan NTB sangat terbuka lebar. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk secara konsisten dan memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Desa Berdaya “Desa Ekspor” bertema Readiness, Capacity Building & Export Action di Aula UPTD BKP3D Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Mataram, Rabu (22/7). Sebanyak 30 pelaku usaha terpilih mengikuti program pembinaan intensif hingga siap memasuki pasar ekspor.
Menurut Sinta, banyak produk khas NTB sebenarnya telah memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang ragu melangkah karena menganggap proses ekspor rumit.
“Jangan berhenti karena sudah terpilih. Menjaga kualitas, menjaga semangat, dan mempertahankan apa yang sudah didapat justru menjadi pekerjaan rumah terbesar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan pengalaman mendampingi berbagai misi diplomatik Gubernur NTB menunjukkan pembeli luar negeri sangat mengapresiasi kualitas produk Indonesia pada tahap awal kerja sama. Namun kepercayaan itu dapat hilang apabila kualitas produk menurun ketika permintaan meningkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, menjelaskan program tersebut merupakan strategi pemerintah daerah mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, penyusunan profil bisnis hingga akses pasar internasional.
Dari sekitar 100 peserta yang mengikuti seleksi awal, hanya 30 pelaku usaha ditetapkan sebagai peserta angkatan pertama. Mereka akan mengikuti pelatihan selama tiga hari dan memperoleh pendampingan hingga akhir tahun.
Disperindag NTB juga mengembangkan basis data digital produk UMKM serta mendorong pembukaan jalur ekspor langsung Lombok–Australia untuk memangkas biaya distribusi.
Program ini didukung Bank Indonesia Provinsi NTB, Bank NTB Syariah, Bank Syariah Indonesia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Pertamina, Bea Cukai Mataram, serta berbagai mitra strategis lainnya.


Komentar