Mataram, Radardemokrasi.com – Desa Ekspor kembali menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat daya saing pelaku usaha desa menuju pasar internasional. Desa Ekspor menjadi fokus utama pada hari ketiga Program Desa Berdaya Tahun 2026 yang digelar Sabtu, 25 Juli 2026. Seluruh 30 peserta tercatat hadir dengan tingkat kehadiran 100 persen, menandakan tingginya antusiasme mengikuti pelatihan yang dirancang untuk membuka akses ekspor bagi produk lokal.
Dalam kegiatan tersebut, Desa Ekspor menghadirkan Bapak Hindra Soe sebagai narasumber yang membedah strategi promosi internasional. Materi yang diberikan meliputi persiapan promosi ekspor, penyusunan offering letter dan quotation, teknik mencari sekaligus meyakinkan calon pembeli dari luar negeri, hingga pemanfaatan jaringan bisnis, media sosial, dan marketplace sebagai sarana memperluas pasar ekspor.
Selanjutnya, Desa Ekspor memperkuat kemampuan teknis peserta melalui sesi praktik bersama Ibu Annisa Putri. Para peserta diajarkan membuat akun pada marketplace internasional TradeKey dan Etsy, mulai dari proses registrasi, pengenalan fitur, hingga langkah awal menampilkan produk agar siap dipasarkan kepada calon buyer dari berbagai negara.
Melalui perpaduan materi dan praktik tersebut, Desa Ekspor diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha desa yang tidak hanya memahami strategi pemasaran global, tetapi juga mampu menyusun penawaran bisnis secara profesional dan memanfaatkan platform digital internasional sebagai pintu masuk ke pasar ekspor.
Mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN), Dr. Aryanti Dwiyani, secara resmi menutup rangkaian pelatihan. Ia menegaskan bahwa berakhirnya pelatihan bukanlah akhir dari proses, melainkan awal perjalanan baru bagi perekonomian desa.
“Hari ini kita menutup pelatihan, tetapi kita membuka gerbang baru bagi perekonomian desa. Ilmu yang sudah didapat adalah modal utama untuk mengubah potensi lokal menjadi komoditas internasional.
Mari kita buktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan sejati dimulai ketika masyarakat desa menyadari bahwa produk mereka memiliki kualitas untuk bersaing di pasar global.
Menurutnya, keberhasilan pelatihan ini menjadi fondasi awal menuju kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses perdagangan internasional.


Komentar