Daerah
Beranda / Daerah / HUT Mataram ke-33, Kepala Daerah NTB Kompak Bersatu

HUT Mataram ke-33, Kepala Daerah NTB Kompak Bersatu

Kepala Daerah Dari Berbagai Kabupaten
Kepala Daerah Dari Berbagai Kabupaten

Mataram, Radardemokrasi.com – HUT Mataram ke-33, Kepala Daerah NTB Bersinergi. Peringatan hari jadi ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat itu bukan sekadar upacara seremonial. Di Taman Sangkareang, Kota Mataram, Minggu, 31 Agustus 2026, para kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota berkumpul dalam satu panggung kebersamaan.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, hadir bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati Lombok Barat, Wakil Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Dompu, dan Wakil Bupati Bima.

Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah NTB dan Kota Mataram turut hadir.

Upacara berlangsung khidmat. Pakaian adat Sasak yang dikenakan peserta membuat halaman Taman Sangkareang terasa seperti panggung kebudayaan. Wali Kota Mataram Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal.

Gubernur mengusung tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan”. Pesannya sederhana, tetapi cakupannya lebar: pembangunan kota tidak berhenti pada beton, jalan, dan gedung. Lingkungan, budaya, pelayanan publik, ekonomi, serta kualitas hidup warga ikut menjadi pekerjaan rumah.

Jembatan Menganga, Mega Keri Terjun Bebas 8 Meter

Mataram kemudian memajang sejumlah angka sebagai rapor pembangunan. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,43 persen. Kemiskinan turun menjadi 7,15 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 4,80 persen. Indeks Pembangunan Manusia mencapai 82,37 poin.

Di bidang tata kelola, Mataram juga mencatat sejumlah penghargaan. Kota ini meraih predikat Kota Antikorupsi kategori istimewa, Indeks Pelayanan Publik kategori sangat baik, predikat Kota Sangat Inovatif, TPID Award terbaik se-Nusra Maluku-Papua, serta opini Wajar Tanpa Pengecualian selama 12 kali berturut-turut.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kehadiran Wakil Bupati menjadi bagian dari upaya merawat hubungan antardaerah. Sebab, persoalan NTB tak mengenal garis batas administratif: ekonomi, pelayanan publik, sumber daya manusia, kebudayaan, hingga konektivitas membutuhkan kerja bersama.

Di situlah pertemuan para kepala daerah memperoleh makna lebih jauh. Hari jadi Mataram menjadi ruang bertemu, bertukar gagasan, dan mengencangkan kembali simpul kerja sama antarwilayah.

Rangkaian peringatan ditutup dengan atraksi seni budaya dan pelepasan balon. Simbol harapan itu melayang ke udara, sementara pekerjaan membangun NTB tetap menunggu di darat.

Rakernas PKK Sumbawa Diuji, Jangan Berhenti di Ruang Rapat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *