Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Ibu Jadi Manager Keluarga, Ayah Jangan Cuma Jadi Penonton

Ibu Jadi Manager Keluarga, Ayah Jangan Cuma Jadi Penonton

(IISWARA) Kabupaten Dompu (Foto: TR)
(IISWARA) Kabupaten Dompu (Foto: TR)

Dompu, Radardemokrasi.com – Ibu Jadi Manager Keluarga, Ayah Jangan Cuma Jadi Penonton. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan edukasi yang digelar Ikatan Istri Wakil Rakyat (IISWARA) Kabupaten Dompu, Minggu, 30 Agustus 2026, di Kantor Desa Sori Nomo.

Kegiatan tersebut mengangkat tema Edukasi Peran Ibu Sebagai Manager Keluarga. Forum ini mempertemukan unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, serta masyarakat untuk membicarakan urusan keluarga yang kerap dianggap sederhana, tetapi menentukan masa depan anak.

Ketua IISWARA Kabupaten Dompu, Yunita Chaerani, SP, membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Kepala Desa Sori Nomo, Bidan Desa, Kader Posyandu, dan TP PKK Desa Sori Nomo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah, menjadi salah satu narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai peran ibu dalam mengelola keluarga, membangun komunikasi yang sehat, serta menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Menurut materi yang disampaikan, ibu bukan sekadar pengurus rumah tangga. Ia memiliki posisi penting dalam membangun pola komunikasi dan suasana keluarga yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Revitalisasi Jadi Alasan, Kepsek SDN 11 Pekat Diputar Balik

Namun, urusan keluarga tidak berhenti di pundak ibu.

Kabid Kelembagaan dan Gender DP3A Kabupaten Dompu turut menyampaikan materi mengenai Gerakan 21 Kambeke Ana. Gerakan ini dikaitkan dengan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mencegah perkawinan anak.

Sesi tanya jawab kemudian menjadi ruang bagi peserta untuk membicarakan persoalan keluarga dan perlindungan anak. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Ir. Muttakun, juga hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap Gerakan 21 Kambeke Ana.

Muttakun juga mengingatkan bahwa jika Kambeke Ana menekankan peran ibu, maka Kambeke Rahi atau suami juga tidak boleh kehilangan peran dalam keluarga.

1 Miliar Mengalir, Isu Intervensi Membakar Pekat

Sebab, membangun keluarga harmonis bukan pekerjaan satu orang. Ayah dan ibu sama-sama memiliki tanggung jawab menciptakan rumah yang aman, nyaman, dan layak bagi tumbuhnya anak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *