Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Ahmad Baru Menjabat, Tradisi Mengaji Langsung Menggema

Ahmad Baru Menjabat, Tradisi Mengaji Langsung Menggema

Jum'at mengaji (Foto: AM)
Jum'at mengaji (Foto: AM)

Dompu, Radardemokrasi.com – Ahmad baru menjabat, tetapi langkahnya di SDN 5 Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, sudah mulai terlihat. Ia memilih menghidupkan sebuah kebiasaan sederhana: membaca Al-Qur’an setiap Jumat.

Program itu dikemas dalam kegiatan Jumat Mengaji. Para siswa dan siswi SDN 5 Pekat diajak membaca Al-Qur’an secara rutin di lingkungan sekolah. Suasana sekolah pun menjadi lebih teduh ketika lantunan ayat suci mulai terdengar.

Bagi Ahmad, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas mingguan. Ada ikhtiar untuk ikut mendukung upaya pemberantasan buta Al-Qur’an, khususnya di kalangan peserta didik.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan baik sejak usia sekolah dasar.

Sebab, kemampuan membaca Al-Qur’an tidak cukup hanya diajarkan sesekali. Ia membutuhkan pembiasaan. Dari kegiatan yang dilakukan secara rutin, siswa diharapkan semakin terbiasa membuka, membaca, dan memahami pentingnya berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Honor P2SP PAUD Ambi Disorot, Bendahara Beri Klarifikasi

Ahmad, S.Pd., baru dipercaya memimpin SDN 5 Pekat.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala SDN 18 Pekat. Saat berada di sekolah tersebut, kondisi peserta didiknya tentu berbeda dengan SDN 5 Pekat. Seluruh siswa di SDN 18 Pekat ketika itu beragama Hindu.

Karena itu, program Jumat Mengaji di SDN 5 Pekat merupakan kegiatan yang dijalankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di sekolah yang kini dipimpinnya.

Di sekolah barunya itu, Ahmad melihat ada ruang untuk membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama. Ia kemudian mendorong kegiatan tersebut agar tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi bagian dari budaya sekolah.

Jumat Mengaji pun mulai digalakkan.

Sekolah Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak NTB

Di tengah kesibukan sekolah mengejar target akademik, pendidikan karakter dan nilai keagamaan tetap mendapat tempat.

Sebab, pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka di rapor, tetapi juga tentang kebiasaan baik yang dibentuk sejak dini.

Cara yang ditempuh pun sederhana.

Tidak perlu menunggu kegiatan besar. Tidak harus dengan seremoni panjang. Cukup membuka Al-Qur’an, membaca bersama, dan mengulanginya setiap Jumat.

Dari kebiasaan sederhana itulah budaya dapat tumbuh.

Sekolah NTB Didorong Jadi Benteng Lawan Bullying

Di SDN 5 Pekat, suara anak-anak membaca ayat suci kini menjadi bagian dari suasana sekolah.

Sebuah pemandangan yang tentu menggembirakan, terutama bagi orang tua yang berharap anak-anak mereka tumbuh tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan.

Langkah Ahmad menjadi sebuah ikhtiar baru di SDN 5 Pekat.

Baru seumur jagung memimpin sekolah tersebut, ia sudah mencoba menghadirkan kegiatan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Jumat Mengaji menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun kebiasaan tersebut.

Sebab, perubahan dalam dunia pendidikan tidak selalu harus dimulai dari program yang besar.

Kadang, ia justru bermula dari hal sederhana yang dilakukan terus-menerus.

Setiap Jumat, Al-Qur’an dibuka. Anak-anak membaca. Suara ayat suci menggema.

Dari SDN 5 Pekat, sebuah kebiasaan baik sedang ditanam. Harapannya sederhana: semakin banyak anak yang akrab dengan Al-Qur’an dan semakin kuat pula budaya membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *