Dompu, Radardemokrasi.com – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menyerahkan 41 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Bantuan tersebut diharapkan mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi kerja, serta memperkuat produktivitas pertanian daerah.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan, Kecamatan Woja, Rabu, 19 Agustus 2026. Bantuan itu bersumber dari program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian Tahun Anggaran 2026 melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Dompu.
Sebanyak 41 unit alsintan yang diserahkan terdiri atas 38 unit hand tractor, dua unit combine harvester, dan satu unit traktor roda empat.
Bupati Bambang Firdaus mengatakan, sektor pertanian memiliki peran strategis bagi perekonomian Dompu sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Menurutnya, capaian surplus produksi pangan yang diraih daerah perlu dipertahankan melalui dukungan sarana pertanian dan pendampingan kepada petani.
“Dompu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Tahun ini kita mengalami surplus, sehingga Dompu menjadi salah satu sentra pangan nasional,” ujar Bambang, sebagaimana diberitakan Suara NTB pada 20 Agustus 2026.
Ia menegaskan, penyaluran bantuan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Dinas Pertanian dan Perkebunan diminta memastikan alsintan benar-benar digunakan oleh kelompok tani penerima, termasuk mendampingi petani dalam perawatan alat hingga proses panen.
Bambang juga mengingatkan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sesuai peruntukannya, bukan hanya untuk kepentingan individu. Penggunaan yang tepat diharapkan mampu menekan biaya produksi, menghemat waktu dan tenaga, serta membantu petani meninggalkan pola kerja yang masih konvensional.
Kelompok Tani Jadi Penerima
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., menjelaskan bahwa penyaluran alsintan merupakan bagian dari upaya memperkuat sarana produksi pertanian melalui dukungan pemerintah dan kemitraan dengan anggota DPRD.
Sejumlah kelompok tani menerima bantuan secara simbolis. Kelompok Tani Nangka III di Desa Matua, Kecamatan Woja, dan Kelompok Tani Tolo Temba I di Desa Anamina, Kecamatan Manggelewa, menerima combine harvester.
Sementara itu, Kelompok Tani Ngawa Sama di Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, memperoleh traktor roda empat. Kelompok Tani Pede Mele di Desa Calabai, Kecamatan Pekat, serta Kelompok Tani Rasabou di Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, menerima hand tractor.
Syahrul juga mengajak insan pers dan lembaga swadaya masyarakat untuk ikut mengawasi pemanfaatan bantuan tersebut. Pengawasan diperlukan agar alsintan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan tidak menyimpang dari tujuan program.
Surplus Pangan Perlu Dipertahankan
Penyerahan alsintan berlangsung ketika Dompu mencatat surplus produksi pangan pada 2026. Pemberitaan Siarpost pada 20 Agustus 2026 menyebutkan bahwa daerah ini memiliki kelebihan produksi beras sekitar 41 ribu ton, berdasarkan keterangan Bupati Bambang Firdaus.
Meski demikian, sektor pertanian masih menghadapi tantangan, mulai dari perubahan iklim dan potensi krisis air hingga kebutuhan modernisasi sistem budidaya. Karena itu, bantuan mesin pertanian perlu diikuti pendampingan teknis dan pengelolaan yang berkelanjutan.
Bagi petani, keberadaan alsintan diharapkan bukan sekadar menambah inventaris kelompok, melainkan benar-benar membantu kegiatan produksi dari pengolahan lahan sampai panen.
Pemerintah daerah pun perlu memastikan pembagian, penggunaan, dan perawatan alat berjalan sesuai ketentuan. Dengan demikian, bantuan tersebut dapat mendukung produktivitas petani sekaligus menjaga posisi Dompu sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.


Komentar