Dompu, Radardemokrasi.com – Program cetak sawah baru di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu upaya memperluas lahan pertanian produktif dan memperkuat ketahanan pangan daerah pada 2026. Dari total usulan seluas 1.200 hektare, sebanyak 1.090 hektare dinyatakan lolos berdasarkan hasil Survei Investigasi dan Desain (SID).
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, S.P., menyampaikan informasi tersebut saat ditemui di kantornya pada Maret 2026. Ia menjelaskan, penentuan luas lahan yang memenuhi persyaratan dilakukan berdasarkan hasil penilaian kelayakan oleh lembaga perguruan tinggi.
Menurut Syahrul, program cetak sawah baru merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah dalam hal ini berperan sebagai penerima manfaat sekaligus mendukung proses pendataan calon petani dan calon lokasi.
“Karena program cetak sawah baru ini dilaksanakan langsung oleh pusat. Kita hanya sebagai penerima manfaat program,” ungkap Syahrul, sebagaimana dikutip dalam pemberitaan EkbisNTB.com pada 26 Maret 2026.
Pelaksanaan program tersebut direncanakan menggunakan dua skema, yakni bekerja sama dengan TNI dan melalui pihak ketiga. Untuk pelaksana dari pihak ketiga, salah satu persyaratan yang disebutkan adalah memiliki alat berat yang dibutuhkan dalam pekerjaan pembukaan dan penyiapan lahan.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu juga melakukan pendataan terhadap pengusaha lokal yang dinilai memenuhi persyaratan pelaksanaan program. Meski demikian, mekanisme pelaksanaan dan kepastian teknis kegiatan tetap mengikuti ketentuan pemerintah pusat.
Perluasan Lahan dan Ketahanan Pangan
Program cetak sawah baru diharapkan mampu menambah luas lahan pertanian produktif di Kabupaten Dompu. Perluasan tersebut berpotensi mendukung peningkatan produksi padi apabila diikuti kesiapan lahan, ketersediaan air, infrastruktur pertanian, serta pengelolaan yang baik.
Selain program cetak sawah baru, Dompu juga memperoleh alokasi program optimalisasi lahan (Opla) seluas 3.000 hektare berdasarkan keterangan Syahrul dalam pemberitaan yang sama. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produksi pertanian.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu turut menyebut adanya program hortikultura untuk komoditas bawang putih dan tebu. Pada saat keterangan itu disampaikan, sejumlah program masih menunggu petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan.
Dengan alokasi cetak sawah baru tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan lahan yang telah dinyatakan layak benar-benar dapat dikembangkan menjadi sawah produktif. Kesiapan pelaksanaan, dukungan sarana pertanian, serta pengawasan terhadap pekerjaan menjadi bagian penting agar program memberikan manfaat bagi petani.
Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan di Kabupaten Dompu.


Komentar