Dompu, Radardemokrasi.com – Puluhan warga Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, berebut jatah elpiji subsidi 3 kilogram di salah satu pangkalan yang berada di RT 001 RW 001, Selasa (2/6/2026) pagi. Kondisi ini terjadi akibat elpiji 3 kg langka dan sulit diperoleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Warga terlihat mengantre sejak pagi sambil membawa kartu keluarga untuk mendapatkan jatah tabung gas bersubsidi. Namun terbatasnya pasokan membuat suasana di lokasi menjadi ramai dan sempat terjadi aksi saling berebut antrean demi mendapatkan elpiji yang baru datang.
Salah seorang warga, Iwan, mengatakan kondisi elpiji 3 kg langka seperti ini bukan hal baru. Menurutnya, persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hampir terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Dompu, bukan hanya di Kelurahan Dorotangga.
“Biasanya kami dapat gas satu minggu sekali. Tapi kalau gas di rumah habis dan datang membeli langsung ke pangkalan, sering kali stok sudah tidak ada. Kami masih kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan dapur karena pasokan yang masuk terbatas,” ujarnya.
Menurut Iwan, warga terpaksa mengantre berjam-jam bahkan harus menitipkan kartu keluarga terlebih dahulu agar memperoleh jatah. Di sejumlah titik penjualan, pembeli juga diminta memberikan uang panjar atau pelunasan di muka untuk memastikan mereka mendapatkan tabung gas saat stok tersedia.
Kelangkaan tersebut membuat masyarakat berharap adanya langkah serius dari pemerintah. Pasalnya, kondisi elpiji 3 kg langka yang terus berulang dinilai sangat membebani warga, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, seorang pemilik pangkalan yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa pasokan gas subsidi masih terbatas. Ia mengaku kesulitan mengatur distribusi karena jumlah pembeli jauh lebih banyak dibanding stok yang tersedia.
“Kami juga kewalahan saat stok langka. Sulit menentukan siapa yang harus diprioritaskan karena semua pembeli memiliki hak yang sama untuk mendapatkan gas,” katanya.
Fenomena elpiji 3 kg langka di Dorotangga kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas distribusi gas subsidi di tingkat daerah. Pemerintah daerah bersama instansi terkait didesak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi, memperketat pengawasan penyaluran, serta memastikan kuota yang tersedia benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat.
Warga berharap kelangkaan yang terus berulang ini tidak lagi menjadi rutinitas yang harus mereka hadapi setiap pekan.


Komentar