Internasional
Beranda / Internasional / Konflik Memanas: Iran Gempur Kapal Induk AS di Selat Hormuz, Trump Tebar Ancaman Nuklir

Konflik Memanas: Iran Gempur Kapal Induk AS di Selat Hormuz, Trump Tebar Ancaman Nuklir

Gambar Ilustrasi dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI)
Gambar Ilustrasi dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI)

TEHERAN, Radardemokrasi.com – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap armada Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

Teheran menuding Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang wilayah kedaulatan mereka terlebih dahulu.

Insiden ini melibatkan aksi saling serang yang intens, mulai dari pencegatan kapal tanker hingga penargetan kapal induk milik AS oleh pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Melansir laporan IDX Channel, Minggu (10/5/2026), bentrokan bersenjata ini pecah sejak Kamis malam hingga Jumat di sekitar Selat Hormuz.

Militer Iran dilaporkan menargetkan sejumlah kapal perang dan satu kapal induk milik Amerika Serikat sebagai respons atas serangan AS sebelumnya ke wilayah pelabuhan di Qeshm dan Bandar Abbas.

Bentrokan Militer AS dan Iran Pecah di Selat Hormuz, Ancaman Perang Terbuka Meningkat

“Militer Iran melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat di Selat Hormuz. Iran menuding Amerika Serikat telah melanggar gencatan senjata,” tulis laporan tersebut.

Di sisi lain, jet tempur AS dilaporkan menyerang dua kapal tanker berbendera Iran di Teluk Oman pada Jumat, karena dianggap mencoba melanggar blokade laut.

AS juga menyerang fasilitas militer Iran di pesisir sebagai balasan atas serangan Iran terhadap tiga kapal tempur AS sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, meluapkan kekecewaannya melalui media sosial terhadap sikap Washington yang dinilai tidak konsisten. Ia menyebut AS selalu menghancurkan peluang diplomasi dengan aksi militer.

“Setiap Iran menawarkan solusi diplomatik, AS justru bertindak gegabah dengan meluncurkan serangan militer,” tegas Araghchi melalui akun resminya.

Tantangan Baru US Navy: Kapal Cepat Tanpa Awak Iran Hantui Selat Hormuz

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru memberikan peringatan keras kepada Teheran. Trump mengancam akan meluncurkan serangan besar-besaran jika Iran menolak menandatangani perjanjian damai yang ditawarkan.

“Saya akan memberi tahu Anda jika tidak ada laut… Anda hanya perlu melihat satu cahaya besar [ledakan nuklir] yang muncul dari kesepakatan mereka”, ujar Trump dalam sebuah pernyataan.

Menanggapi ancaman tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengejek retorika nuklir AS. Ia menilai ancaman serangan tidak sejalan dengan klaim Washington yang menginginkan perdamaian.

“Ancaman tersebut aneh lantaran Amerika Serikat mengklaim menginginkan perdamaian, namun solusi yang ditawarkan justru sebuah ancaman serangan nuklir,” kata Baghaei.

Bentrokan militer ini tidak hanya berdampak pada situasi keamanan, tetapi juga menyebabkan bencana ekologi.

Arab Saudi Batasi Akses Militer AS Karena Khawatir Balasan dari Iran

Citra satelit Eropa menangkap visual tumpahan minyak seluas 71 kilometer persegi di Selat Hormuz dekat Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.

Komentar