Mataram, Radardemokrasi.com – Semarak Kemerdekaan KPU NTB memasuki hari kedua dengan suasana yang semakin meriah.
Halaman Kantor KPU Provinsi NTB di Mataram, Rabu, 12 Agustus 2026, kembali dipenuhi gelak tawa, sorak peserta, dan semangat kebersamaan dalam rangkaian lomba memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada hari kedua, panitia menghadirkan tiga perlombaan yang dikemas unik dan menghibur.
Peserta mengikuti Lomba MBG atau Makanin Bayi Gede, Lomba Siapa Cepat Dia Dapat, serta Lomba Gasing Air.
Ketiga permainan tersebut bukan sekadar hiburan. Panitia merancangnya untuk menguji kecepatan, konsentrasi, ketangkasan, sekaligus kemampuan peserta bekerja sama dalam satu tim.
Lomba MBG menjadi salah satu yang paling menyita perhatian.
Peserta harus menyuapi anggota kelompok yang berperan sebagai “bayi gede”. Aksi saling menyuapi dengan gerakan terburu-buru sontak memancing gelak tawa penonton.
Sementara itu, Lomba Siapa Cepat Dia Dapat menghadirkan persaingan yang tak kalah seru.
Peserta dituntut bergerak sigap mengikuti instruksi panitia.
Kecepatan menjadi penentu, tetapi konsentrasi tetap menjadi kunci agar tidak salah langkah.
Lomba Gasing Air kemudian menguji kemampuan peserta bekerja secara berkelompok. Air harus dipindahkan hingga mencapai sasaran yang telah ditentukan. Sedikit saja lengah, air bisa tumpah dan menghambat perjuangan tim.
Kemeriahan hari kedua memperlihatkan suasana kantor yang lebih cair. Perbedaan jabatan dan posisi tidak menjadi jarak.
Semua peserta larut dalam permainan, saling memberi dukungan, sekaligus menertawakan tingkah lucu rekan mereka.
Sejumlah peserta bahkan mengaku semakin tertarik mengikuti perlombaan berikutnya. Bukan hanya hadiah yang menjadi daya tarik, melainkan suasana santai yang mampu mempererat hubungan antarpersonel.
Rangkaian kegiatan ini menjadi ruang sederhana untuk membangun solidaritas. Di tengah rutinitas pekerjaan yang serius, permainan justru membuka ruang interaksi yang lebih cair dan akrab.
Pada akhirnya, Semarak Kemerdekaan KPU NTB bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kegiatan ini menjadi cara merawat kebersamaan melalui tawa, permainan, dan semangat memperingati kemerdekaan.
Sebagai penutup, kemeriahan tersebut diharapkan terus menumbuhkan kekompakan, memperkuat silaturahmi, dan menghadirkan energi positif dalam menjalankan tugas pelayanan publik sehari-hari.


Komentar